12.12.19

Cerita ke Eropa - Prolog


Tahun lalu saya nekat beli tiket pesawat promo Jakarta - Amsterdam PP untuk sekeluarga dengan tanggal keberangkatan hampir satu tahun kemudian. Nekat karena belinya ga pake mikir uang di tabungan cukup atau ngga. 

Kebetulan kakak saya lagi sekolah di Leiden, Belanda, jadi saya pikir kalaupun uangnya ga cukup ya saya nginep aja di rumah kakak selama di Eropa dan gausah ke negara-negara Eropa lain. Juga mumpung anak kedua saya belum dua tahun, jadi tidak perlu beli tiket pesawat sendiri. 

Siapa sangka beberapa bulan kemudian kakak saya tiba-tiba bilang dia hamil dan akan kembali ke Indonesia sebelum tanggal keberangkatan saya. Kabar buruknya, karena pulang terlalu lama apartemen yang sekarang ia tinggali harus berenti disewa, yang artinya saya ga punya akomodasi gratis lagi.

Tiket pesawat tidak bisa refund karena tiket promo. Tiket pulang pergi saya beli untuk musim panas selama dua minggu, yang mana musim panas adalah masa di mana semua akomodasi harganya dua kali lipat. Jadi anggaplah biaya akomodasi permalam 1,5 juta, dikali empat belas hari, sama dengan 21 juta. Dari gratis jadi 21 juta! Waktu sadar akan fakta ini saya langsung sakit kepala, kalau sekarang sih pasrah, ya udah lewat.