24.5.18

Ibu Rumah Tangga VS Wanita Karir


Tenang-tenang, tulisan ini bukan tentang yang lebih baik dan yang lebih buruk. Saya sadar kalau isu tentang wanita bekerja dan tidak adalah hal yang sensitif dan penuh perdebatan. Menurut saya perdebatan muncul karena sebenarnya ga ada jawaban benar tentang pilihan yang lebih baik, karena semua sangat bergantung dengan keadaan masing-masing.

Saya sendiri sudah mengalami keduanya: jadi ibu rumah tangga dan wanita karir. Dalam empat tahun sebagai ibu, dua tahun saya bekerja dan dua tahun lagi jadi ibu rumah tangga. Mumpung waktunya sedang berimbang saya merasa ini adalah saat yang tepat untuk berbagi pengalaman. Siapa tau ada yang sedang galau mau resign atau galau ingin kembali kerja.

Saat saya bekerja anak saya satu. Di rumah saya dibantu dua asisten rumah tangga (ART). Satu untuk menjaga anak, satu lagi untuk urus rumah. Dalam dua tahun ART saya beberapa kali ganti personil tapi paling lama satu orang pulang-pergi dan satu menginap.

Saat jadi ibu rumah tangga anak saya sudah dua. Saya dibantu satu ART pulang-pergi yang tugasnya campur-campur antara urus rumah dan urus anak kalau saya lagi ada kesibukan.

Selama empat tahun ini ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan yang menurut saya berlaku umum untuk semua orang. Namun ada juga yang menurut saya kelebihan tapi bagi orang lain adalah kekurangan, atau sebaliknya.