7.1.18

Kepincut ASUS VivoBook Flip

Bisa dibilang saya orangnya setia sama barang elektronik. Contohnya sejak dulu, semua handphone saya ga ada yang pernah dijual lagi. Semua dipakai sampai rusak atau udah sangat ketinggalan teknologinya. Begitu juga sama laptop. Laptop punya saya, yang saya kasih nama Bingu, sudah 12 tahun umurnya. Tua ya. Baterainya sudah bocor dan bobotnya juga berat, laptop kuno sih. Kayaknya memang sudah saatnya Bingu pensiun dan digantikan laptop baru.

Ga sengaja saya baca tentang laptop ASUS yang baru, tipenya ASUS VivoBook Flip TP410, di blognya Diana Rikasari. Langsung bikin saya pengen punya. Kayaknya pas aja sama yang lagi saya perlukan.

Saya mau laptop ASUS ini karena bisa berubah jadi tablet. Penting banget ini, karena sejak jadi ibu rumah tangga saya perlu laptop yang bisa untuk kerja freelance tapi bisa juga dipakai untuk hiburan dan hobi yang produktif.

ASUS VivoBook Flip ini bisa dipakai dengan empat bentuk berbeda, seperti laptop biasa, sebagai tablet, dan dua posisi berdiri. Yang saya suka, walaupun bisa jadi tablet, keyboard-nya tidak bisa dilepas, jadi ga mungkin keselip.

Makin pengen lagi begitu tahu bahwa laptop ini oke banget untuk streaming film dan video. Soalnya display-nya sudah full HD (1920x1080), audionya menggunakan SonicMaster Technology, dan Wi Fi keluaran terbaru 802.11 AC. Jadi pastinya tampilan warnanya jernih, audionya jelas, dan koneksi internetnya cepat. Cocok banget untuk me-time nonton drama Korea. Bisa juga dipakai untuk quality time sama Bi, suami saya, untuk nonton film malem-malem saat anak-anak tidur. Karena dilengkapi backlit keyboard jadi bisa ketik-ketik judul film yang kita mau tanpa harus nyalain lampu dan bikin semuanya bangun.

Kualitas display yang bagus dan posisi berdiri ga cuma berguna untuk nonton, tapi juga untuk presentasi. Apalagi layarnya lumayan besar, 14” dan dilengkapi teknologi yang membuat warnanya tetap jelas walaupun dilihat dari sudut tajam. Cocoklah ya buat saya dan Bi presentasi desain interior ke klien. Karena warnanya terang dan akurat, moga-moga kliennya jadi tertarik. Siapa tahu laptop baru bisa nambah rezeki. Amin.


Saya juga langsung kebayang pakai laptop ini untuk mendukung kegiatan saya dengan Ru (3 tahun 8 bulan). Misalnya untuk nonton tutorial origami, cara bikin playdough, atau cara bikin slime sambil dipraktekkan. Karena laptopnya bisa diberdirikan ga perlu khawatir kalau keyboard-nya jadi kotor, kena slime misalnya. Yang paling penting saya ga perlu was-was meninggalkan laptop ini dengan Ru, sebab layarnya bisa berputar 360 derajat dan sudah teruji tahan dibuka tutup sampai 20.000 kali. Masalahnya beberapa kali Ru mencoba membuat laptop lama saya layarnya terbuka 180 derajat, untung berhasil dicegah kalau tidak pastilah sudah patah.


Karena jadi ibu itu ribet, laptop yang ringkas sangat menarik hati. Saat berpergian sama anak sudah pasti bawaannya banyak, makanya perlu yang praktis dibawa. Lagi-lagi saya merasa ASUS VivoBook Flip memang cocok buat saya, badannya tipis, beratnya ringan, dan charger-nya kecil. Ukuran layarnya 14” tapi dimensinya seukuran laptop 13” pada umumnya, ketebalannya hanya 1.92 cm dan bobotnya 1.6 Kg. Selain praktis dibawa juga praktis digunakan, karena tidak perlu sering di-charge. Baterainya diyakini bisa tahan seharian. Selain itu bisa juga isi baterai sambil ditinggal tidur tanpa takut merusak baterai karena dilengkapi pengaturan untuk berhenti mengisi saat sudah mencapai 60%, 80%, atau 100%.

Baca-baca, laptop convertible ini spesifikasinya juga baik, sesuai dengan keperluan saya. Soalnya saya ga sekedar butuh untuk nulis blog tapi juga untuk edit foto dan mengerjakan proyek desain interior kalau lagi ada. ASUS VivoBook Flip ini dilengkapi processor Intel Core i7-7500U yang kinerjanya cepat dan hemat energi. Tipe i7 adalah yang terbaik dibandingkan tipe processor Intel lainnya seperti i3 dan i5. Selain itu thermal design power (TDP)-nya hanya 15 watt, paling hemat energi dibanding processor generasi tujuh lain. Sebagian penyimpanannya juga sudah SSD, menjamin performa yang lebih cepat. Juga sudah ter-install Widows 10 asli. Plus dilengkapi empat slot USB, jadi kalau satu slot dipakai untuk mouse, masih sisa tiga lagi. Intinya laptop ini mumpuni untuk dipakai modelling interior di SketchUp dan edit foto dengan Adobe Photoshop.

Ada satu keunggulan laptop ini yang bikin saya makin suka. Layar sentuhnya sensitif bisa mendeteksi tekanan dari 10g sampai 300g, dengan 1024 pressure level, dan kompatibel digunakan bersama ASUS Pen. Sudah sejak lama saya pengen sekali punya tablet dan stylus untuk belajar bikin ilustrasi. Soalnya kalau gambar pakai mouse lama. Dual fungsi gini pas banget dengan gaya hidup minimalis yang sedang saya tuju. Jadi tidak perlu punya banyak barang.


Terakhir, karena ‘setia’ saya selalu tertarik dengan barang elektronik yang kira-kira potensial dipakai untuk beberapa tahun ke depan. Laptop ASUS ini masuk kriteria. Duh, makin banyak aja daya tariknya untuk saya. Salah satunya karena dilengkapi slot USB type-C. Tipe slot baru yang bisa memindahkan data lebih cepat dari tipe standar. Jujur sekarang saya belum punya kabel USB dengan tipe-C, tapi kemungkinan beberapa tahun ke depan USB tipe ini akan umum digunakan. Selain itu penyimpanan HDD untuk data-data dan foto juga sampai dengan 1 TB, jadi tidak akan cepat penuh. Saya juga ga perlu takut laptop ini ga tahan lama karena ASUS memberikan garansi dua tahun.


Akhir kata, saya suka sekali laptop 2 in 1 yang bisa untuk kerja dan hiburan ini, Walaupun sekarang dana untuk beli laptop belum ada, tapi rezeki bisa datang dari mana saja. Siapa tahu saya menang give away-nya Diana Rikasari.

Thanks for reading!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar