20.1.18

Review Breast Pump Silikon MOOIMOM

Bagi buibu yang instagramnya ibu-ibu banget pasti ga asing dengan pompa ASI ini. Iklannya banyak berseliweran di Instagram. Kebetulan saya memang lagi pikir-pikir untuk beli breast pump karena dua pompa ASI yang saya punya rusak. Harusnya keduanya bisa dibenerin tapi ya kok saya males. Akhirnya saya putuskan beli saja karena review Mooimom breast pump ini cukup baik dan harganya murah.

Pesan dan Unboxing
Saya kemudian memesan breast pump ini di website resminya. Sampainya cepat sekali. pesan hari jumat, besoknya sampai. Belinya yang versi lama karena harganya beda hampir seratus ribu tapi perbedaan bentuknya kurang signifikan.

Breast pump ini dikemas di dalam kotak karton tipis dan dibungkus plastik. dilengkapi juga dengan tutup plastik. Tidak ada buku manual karena Semua petunjuk tertulis di bagian luar kotak.

Cara Kerja
Awalnya saya kira pompa ini lebih seperti penampung ASI bukan pompa beneran, tapi katanya bukan. Infonya bisa dipakai untuk tiga hal: menjadi pompa ASI, dipakai berdampingan dengan pompa elektrik, dan untuk menampung ASI saat menyusui.

Tetep dong ragu. Masa iya dengan bentuk sederhana gitu bisa berfungsi seperti pompa lain yang spare part-nya banyak. Jadi saya pikir pastilah cara kerjanya seperti bulb breast pump. Untuk mengeluarkan ASI harus dipencet terus menerus. Ternyata saya salah lagi. Caranya hanya pasang di payudara, tekan bagian bawahnya, pompa otomatis akan menempel dan ASI akan keluar dengan sendirinya. Kalau sudah berhenti menetes tinggal tekan lagi. Tapi berhentinya lama, jadi tidak perlu ditekan berkali-kali. Enak banget ga pegal.

12.1.18

Yuk Main : Menggambar dengan Kapur

gambar-anak

Beberapa hari belakangan Ru (3 tahun 9 bulan) lagi senang gambar-gambar pakai kapur. Gambarnya di lantai teras belakang. Senang deh lihatnya. Soalnya baru-baru aja Ru tertarik gambar. Dulu setiap diajak gambar cuma tahan beberapa detik.

Yang paling saya suka, Ru gambar orang yang katanya itu mama.

Saya: Papa Bi, liat deh Ru gambar mama. Bagus ya, mirip!

Bi : Iya mirip.

Ru : Ga mirip! Sama!

Kirain anaknya rendah diri, ternyata percaya diri berlebih. Hehe.

7.1.18

Kepincut ASUS VivoBook Flip

Bisa dibilang saya orangnya setia sama barang elektronik. Contohnya sejak dulu, semua handphone saya ga ada yang pernah dijual lagi. Semua dipakai sampai rusak atau udah sangat ketinggalan teknologinya. Begitu juga sama laptop. Laptop punya saya, yang saya kasih nama Bingu, sudah 12 tahun umurnya. Tua ya. Baterainya sudah bocor dan bobotnya juga berat, laptop kuno sih. Kayaknya memang sudah saatnya Bingu pensiun dan digantikan laptop baru.

Ga sengaja saya baca tentang laptop ASUS yang baru, tipenya ASUS VivoBook Flip TP410, di blognya Diana Rikasari. Langsung bikin saya pengen punya. Kayaknya pas aja sama yang lagi saya perlukan.

Saya mau laptop ASUS ini karena bisa berubah jadi tablet. Penting banget ini, karena sejak jadi ibu rumah tangga saya perlu laptop yang bisa untuk kerja freelance tapi bisa juga dipakai untuk hiburan dan hobi yang produktif.

ASUS VivoBook Flip ini bisa dipakai dengan empat bentuk berbeda, seperti laptop biasa, sebagai tablet, dan dua posisi berdiri. Yang saya suka, walaupun bisa jadi tablet, keyboard-nya tidak bisa dilepas, jadi ga mungkin keselip.

5.1.18

Tahun Baru 2018 dan Memori 2017

Selamat tahun baru semuanya!
Pergantian tahun baru kemarin kami rayakan dengan tidur di rumah. Sebenarnya dari sore sampai jam 10 malam saya, Ru, dan Haha berkumpul dengan keluarga besar saya di Apartemen FX, Sudirman. Sengaja pulang sebelum pergantian tahun karena Ru dan Haha sudah tidur.

Sebagai ganti perayaan tahun baru, kami foto keluarga di hari pertama 2018. Ini foto keluarga berempat pertama yang lumayan bener (sebelumnya cuma pernah wefie). Selamat tinggal peluk tiga-tigaan, selamat datang peluk empat-empatan.

Memori di 2017
Yang paling berkesan di tahun 2017 tentu saja bertambahnya anggota keluarga kami. Saat tahun baru 2017 saya belum hamil, juga tidak membayangkan akan segera menambah anak. Kejutan yang menyenangkan.