24.12.17

Mengenal Marmer, Oleh-oleh dari Pemeran Marmomacc Verona, Italia

marmer-italia

September lalu Bi suami saya pergi ke Verona, Italia untuk datang ke pameran Marmomacc. Eksebisi ini merupakan acara untuk memperkenalkan marmer Itali ke seluruh dunia. Para vendor-vendor marmer membiayai para praktisi di bidang interior dan arsitektur untuk datang. Alhamdulillah Bi termasuk salah satu desainer interior yang diundang.

Pengennya sih saya ikut juga. Tapi ga mungkin karena acaranya padat untuk peserta. Lagi pula saya juga sedang hamil besar. Tapi sebelum berangkat saya sudah pesan ke Bi kalau saya minta diceritakan ilmu dan pengalaman yang Bi dapat di sana. Saya kan juga mau pinter. Plus mau sekalian ditulis di blog dalam rangka bagi-bagi ilmu. Bukan ilmu untuk yang sudah ahli, tapi yang ringan-ringan saja untuk orang awam.

Beda Marmer Lokal dan Marmer Itali
Marmer adalah batuan alami yang diambil dari gunung. Meskipun Indonesia memiliki beberapa gunung marmer namun jumlahnya tidak sebanyak di Italia.

Selain itu setiap gunung memiliki marmer dengan warna dan motif yang berbeda-beda. Marmer warna putih misalnya, hanya ada di gunung-gunung di Italia. Jadi kalau ingin yang warna putih mau tidak mau harus impor.

22.12.17

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan.

Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan.

(FYI saat itu indeks cairan ketuban (Amniotic Fluid Index) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)

12.12.17

Celemek Anak dari Kemeja Bekas

celemek-dari-kemeja-bekas
Setahun yang lalu Ru (2 tahun) disuruh bawa celemek untuk acara masak di sekolah. Berhubung saat itu saya punya banyak waktu luang dan sayang mesin jahit jarang dipakai, saya memutuskan untuk jahit sendiri.

Kemeja Bekas
Kebetulan Bi, suami saya, punya banyak kemeja yang sudah ga kepakai karena bagian lengannya robek. Untunglah ukuran baju Bi besar, jadi lebih dari cukup untuk dirombak jadi celemek anak. Saya pun memakai dua buah kemeja bekas Bi agar celemek Ru lebih tebal dan bisa dibolak-balik.

10.12.17

Staycation di Hotel Ibis Style Bogor

staycation-bogor

Belajar dari pengalaman anak pertama, bulan-bulan awal paska melahirkan saya sulit keluar rumah. Ga mau anak saya sakit karena antibodinya belum sempurna. Jadi saya pun meminta Bi, suami saya, untuk pergi jalan-jalan sebelum melahirkan. Niatnya supaya puas keluar rumah biar nantinya saya ga stress.

Agar saya ga kecapean Bi mengusulkan untuk staycation di hotel saja. Terserah mau hotel apa asalkan dekat Jakarta dan jangan terlalu mahal. Plus kalau bisa masih baru, desainnya bagus, dan ramah anak. Banyak mau ya. Akhirnya pilihannya jatuh pada Hotel Ibis Style Bogor.

Hotel yang lokasinya persis disebelah Novotel Bogor ini baru dibuka akhir tahun 2016, ada kolam renang, dan kids’corner, sesuai dengan kriteria kami. Kami pun langsung booking sehari sebelumnya.

7.12.17

Anggota Keluarga Baru

Bulan lalu anggota keluarga kami resmi bertambah. Lebih cepat dari perkiraan saya dan Bi. Tapi sesuai dengan keinginan Ru agar ade cepat lahir. Alhamdulillah semua sehat dan lancar.

Perkenalkan ini baby Haha. Tentu saja bukan nama sebenarnya. Ceritanya untuk menjaga privasi biar pas gede ga protes ke mamanya kenapa cerita macem-macem di dunia maya. Gimana mirip ga sama Ru pas baru lahir?

Sekarang saya masih dalam tahap menyesuaikan diri dengan rutinitas baru. Karena itu cerita lengkap tentang proses kelahiran Haha menyusul ya.

Thanks for reading!