25.8.17

USG 4D di RSB Citra Ananda, Ciputat

RSB-Citra-ananda-ciputat
Sejujurnya saya agak maju mundur mau cerita pengalaman USG 4D minggu lalu. Bisa dibilang bukan pengalaman yang menyenangkan, tapi saya putuskan untuk cerita saja. Moga-moga ga terlalu negatif ceritanya.

Perlukah USG 4D
Ini sebenarnya juga jadi pertanyaan saya. Waktu hamil Ru saya tidak USG 4D, tapi di usia kehamilan 22 minggu kandungan saya diperiksa dengan alat USG lain. Alat ini bisa melihat organ-organ secara terperinci dari otak kecil sampai bilik-bilik jantung. Saat itu saya selalu kontrol di RS Puri Cinere dan tidak pernah berganti dokter. Pindah alat ini juga atas anjuran bu dokter.

Di kehamilan kedua saya kontrol di RS Hermina Ciputat dengan dokter berbeda. Di usia kehamilan yang sama, dokter saya tidak memeriksa organ-organ dalam secara terperinci seperti saat hamil Ru. Saya lalu bertanya apa saya tidak perlu USG 3D/4D. Dokter saya bilang boleh saja kalau saya mau, sekalian bisa melihat adakah kelainan jantung bawaan.

Saya juga sempat bertanya dengan teman saya yang juga hamil dan memeriksakan diri di dokter dan rumah sakit yang sama. Teman saya ini juga minta di USG 4D. Menurut dia jadi cukup detail pemeriksaannya. Baiklah ayo coba saja USG 4D.

Cari Alternatif RS
Sayangnya USG 4D di RS Hermina Ciputat hanya bisa dilakukan oleh Dokter Eva Roria setiap hari rabu mulai jam 12 siang.

Sebagai papa siaga, Bi tentunya mau ikut melihat pemeriksaan yang agak beda dari biasanya ini. Kalau jam 12 siang di Hermina susah menyesuaikan dengan jam kantor Bi. Sayang banget kalau jadi harus cuti. Ditambah lagi biaya USG 4D di RS Hermina Ciputat cukup mahal, sekitar 1,5 juta rupiah. Bagusnya biaya ini diinformasikan ketika saya telpon untuk mendaftar.

Sebagai alternatif saya pun menghubungi RS Puri Cinere. Menurut susternya biayanya sekitar 1,2 juta. Namun pasien tidak bisa minta di-USG 4D, harus diperiksa dokter dan kalau dokternya menyarankan baru bisa dilakukan.

Akhirnya setelah browsing-browsing saya menghubungi RS Citra Ananda Ciputat. Rumah sakit ini masih satu grup dengan Rumah Sakit Bunda dan menyediakan paket USG 3D/4D dengan dua pilihan: paket 300 ribu dan 525 ribu. Perbedaannya paket yang lebih mahal lebih detail dan waktu pemeriksaannya lebih lama. Kalau berminat harus buat janji 2-3 hari sebelumnya. Saya pilih rumah sakit ini saja, selain murah reviewnya juga baik.

Miskom
Lima hari sebelum USG saya menelpon RSB Citra Ananda. Saya bilang bahwa saya mau bikin janji untuk USG 3D/4D di hari Sabtu. Setelah menanyakan data diri saya mbaknya hanya menginformasikan bahwa dokternya praktek dari jam 4 sore sampai 8 malam. Saya pun memastikan saya harus datang jam berapa, katanya terserah jam berapa saja. Sebenarnya saya sudah agak curiga. Mbaknya juga tidak menanyakan saya mau paket yang 300 atau 525 ribu. Saya maunya yang lebih mahal biar sekalian detail. Kalau sama aja sama kontrol biasa untuk apa pindah dokter, pikir saya. Salahnya saya tidak konfirmasi lagi karena berpikir mungkin memang begitu saja cara bikin janjinya.

Hari sabtu jam 16.30 saya, Bi, dan Ru sampai di RSB Citra Ananda. Ternyata saya didaftarkan untuk pemeriksaan USG 3D/4D yang 300 ribu.  Saya pun bilang kalau saya mau yang 525 ribu. Awalnya saya masih biasa saja, tapi kemudian mulai kesal karena mbak resepsionisnya seperti menyalahkan saya karena waktu di telpon saya bilangnya mau USG 3D/4D dan bukan bilang mau screening. Duh mbak mana saya tahu kalau istilahnya screening. Saya tanya lagi apa perbedaan dua paket tersebut, dijawab untuk paket 3D/4D untuk lihat muka bayi, kalau screening yang lebih lengkap. Si mbak resepsionis lalu bersikeras memaksa saya untuk ambil paket 300 ribu saja karena paket yang saya mau lama dan tidak bisa dilakukan sekarang karena dokternya sudah mulai praktek. Saya jadi makin sebel. Haha. Singkat cerita akhirnya saya tidak jadi USG hari itu dan membuat janji untuk di USG hari Senin. Untuk yang kali ini saya sampai dikirimi pesan via WhatsApp untuk konfirmasi jadwal.

USG 3D/4D
Di hari Senin resepsionisnya ganti, yang kali ini jauh lebih ramah. Susternya juga ramah. Tak lama dokternya datang dan kami dipanggil masuk.

"Kenapa sih harus screening?" kata pak dokter setengah galak. Saya jelaskan alasan seperti yang saya tulis di atas.

"Biasanya di Hermina? Bukannya ada dokter Eva?" tetep agak galak. Saya cuma bilang jadwalnya ga pas.

Setelah tanya-tanya riwayat saya akhirnya pak dokter mempersilakan saya ke tempat USG.

"Sebenarnya banyak orang tuh salah kaprah, dikiranya USG 4D bisa lebih jelas lihatnya. Padahal USG 4D paling bagus untuk lihat wajah saja. Misalnya sumbing atau tidak. Nah untuk lihat organ-organnya saya malah banyakan pakai USG 2D. Nah liat kan."

"Waktu itu tapi kenapa ya dok saya harus ganti alat pas mau lihat organnya?" tanya saya

"Ya gatau juga, mungkin alatnya resolusinya lebih bagus,"

"Katanya bisa lihat kalau ada kelainan jantung bawaan dok?"

"Ga juga. Ini jantungnya terbuka, tapi ya memang harus begitu kalau masih di perut. Nanti menutupnya kalau sudah lahir."

Dokternya pun periksa ini itu dan menjelaskannya dengan istilah-istilah kedokteran yang saya dan Bi agak kurang paham. Intinya alhamdulillah si ade normal-normal saja semuanya kalau menurut USG.

Setelah selesai di USG pak dokter berjalan kembali ke mejanya. Saya menunggu susternya mengelap perut saya dari gel (berkali-kali periksa kandungan selalu dilap suster atau paling ngga langsung dikasih tissue) tapi susternya ga dateng-dateng karena sibuk ngurusin print an foto USG. Akhirnya saya minta tissue, ambil tissue dan lap-lap sendiri.

Hasil USG
Menurut pak dokter alhamdulillah di kehamilan 25 minggu 6 hari semuanya normal. Namun ada beberapa hal yang perlu diberi perhatian. Pertama testis si ade belum turun, jadi saya dianjurkan untuk mengurangi makan kacang-kacangan. Kedua dokter mendeteksi adanya hyperechogenic bowel, bagian perut bayi terang saat di USG. Hyperechogenic bowel ini bisa tidak berarti apa-apa tapi bisa juga penanda down syndrome. Pak dokter lalu menawarkan apa saya mau periksa lab supaya tahu lebih rinci. Saya setuju saja.

Selain hasil pemeriksaan di atas, dari USG ini kami mendapatkan 22 lembar foto USG (yang saya ga ngerti bacanya), selembar hasil pemeriksaan, dan satu lembar foto wajah si ade.

usg-4d-rs-citra-ananda-ciputat

Konsultasi Setelah USG
"Jadi mau nanya apa lagi? Waktu kita masih banyak. Sebenarnya USG itu cuma boleh paling lama setengah jam. Untuk screening kita memang alokasikan satu jam supaya konsultasinya bisa lebih lama," kata pak dokter.

"Biasanya lama kalau ada yang tidak normal karena menyampaikannya tidak mudah, tapi kalau normal semua ya sebenarnya ga perlu waktu lama. Jadi mau tanya apa lagi?" ia menambahkan.

Saya dan bi gatau mau tanya apa lagi. Tidak lama sesi USG spesial ini selesai. Saya lalu periksa darah di lab, beli vitamin, dan bayar ke kasir. Oh kami dapet bonus satu paket perlengkapan mandi bayi saat bayar ke kasir. Lumayan.

Biaya Total
Total biaya yang kami keluarkan:
- USG Screening -- 525.000
- USG Print -- 50.000
- Vitamin (Bio-cal 95, Zinc tablet pharmacore, Nulacta licaps) --519.000
- Lab (Anti- HSV2 IgM, Anti-HSV1 IgM, Anti CMV IgM, Anti Rubella IgM, Anti Toxoplasma IgM) -- 1.383.000

Moral
- Silahkan USG 4D kalau disarankan dokter, pengen lihat muka ade bayi, dan/atau kebanyakan uang.

- Kalau mau USG di RSB Citra Ananda jangan sampai salah daftar: USG 3D/4D atau Screening. Bagaimanapun juga rumah sakit ini paket USG 4D nya cukup ekonomis.

- Saya sengaja ya ga nulis nama dokternya. Hehe saya pribadi kurang suka sama dokternya, tapi banyak kok pasien yang puas kalau baca-baca blog orang. Sebenernya si pak dokter ini banyak kasih masukan yang beda dari dokter saya yang biasa.

- Sampai saat ini saya belum ambil hasil tes lab nya. Semoga baik-baik saja ya de.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar