31.7.17

Main Binatang di BFC Mini Farm, Bintaro

Tiap akhir pekan saya dan Bi punya agenda untuk ajak Ru jalan-jalan. Salah satunya bertujuan menghabiskan energinya Ru yang ga ada habisnya. Sejak lahir mbak yang bantu ngasuh Ru memang ga kami suruh masuk kalau akhir pekan. Dengan jalan-jalan kami berdua lumayan ga terlalu capek karena paling ngga Ru seringnya tidur di mobil.

Minggu lalu Ru (3 tahun) minta lihat kuda. Gara-gara habis nonton di TV. Setelah dipikir-pikir kayaknya lebih seru ke tempat yang binatangnya lebih beragam. Akhirnya kami pergi ke Bintaro Fish Center Mini Farm (BFC Mini Farm). Saya tahu tempat ini dari google dan pernah nonton liputannya sekilas di TV.


Menuju BFC Mini Farm
Menurut websitenya, BFC Mini Farm ini buka setiap hari dari jam sembilan pagi sampai lima sore. Kami baru sampai sana jam 3.30.

Jalan ke tempat ini kecil sekali. Untung Bi yang nyetir, saya kan paling ga bisa nyetir di jalan kecil. Walaupun begitu petunjuk arah menuju peternakan ini ada di setiap belokan, jadi tinggal diikuti saja. Di depan pintu masuknya juga ada spanduk besar bertuliskan 'Parkir BFC Mini Farm masuk ke dalam'. Jadi gausah takut nyasar.

Tiket Masuk
Tidak seperti tempat wisata pada umumnya di sini tidak ada tempat penjualan tiket. Saat turun dari mobil ada bapak-bapak yang sudah siaga menunggu kami turun.

"Pak ini kalau pribadi bisa pak?" tanya saya ragu. Habisnya tempatnya kok kaya sepi dan di websitenya tidak dijelaskan kalau mau berkunjung bisa langsung datang atau harus bikin janji dulu.

"Bisa bu," jawab si bapak singkat. Ternyata di belakang si bapak sudah ada mbak-mbak penjual tiket bertas pinggang.

"Tiga orang 225 ribu, " kata si mbak. Untung saya bawa uang  tunai karena sepertinya ga bisa bayar pakai kartu.

Tur BFC Mini Farm
Ternyata di sini sistemnya adalah keliling dengan pemandu. Saat saya berkunjung pemandunya ada dua orang. Keduanya sangat antusias menjelaskan dan membantu mengambil gambar.

Turnya sendiri lumayan panjang dan urutannya sepertinya suka-suka pemandunya. Ini tur yang kemarin kami ikuti.

1. Melihat dan Memandikan Landak
Di sini anak-anak bisa berinteraksi dengan landak. Bahkan ada landak kayu untuk pemanasan sebelum anak-anak diajak memegang landak sungguhan.

Selain bisa bercengkerama dengan landak di area ini pengunjung juga bisa sekilas melihat ular, tikus, dan sugar glider.




2. Melihat dan Memegang Lobster
Sama seperti di area landak, di sini pun terdapat lobster palsu untuk pemanasan sebelum anak-anak memegang lobster yang sebenarnya. Ru tidak berani pegang lobster yang besar, tapi berani pegang bayi lobster yang kecilnya minta ampun. Lumayan lah ya.


3.Bermain dengan Hamster
Main dengan hamsternya bisa dibilang agak basa-basi saja karena hanya sebentar. Walaupun begitu Ru tetap senang.


4. Melihat dan memandikan Kura-kura dan Penyu
Di sini terdapat beberapa tipe kura-kura dan penyu yang boleh dipegang. Kami pun diajak memandikan penyu yang katanya sudah berusia 100 tahun. Selain itu anak-anak bahkan boleh duduk di atas penyu tua tersebut.




5. Memberi Makan Kelinci
Peternakan ini juga mengembang biakan kelinci. Anak-anak diberi kesempatan untuk memberi makan kelinci di Kandang. Kalau yang ini sebenarnya bukan pengalaman baru karena Ru sudah pernah kasih makan kelinci saat pergi ke Dusun Bambu dan Dago Dreampark, Bandung.



6. Memberi Makan Berang-berang (Otter)
Ini salah satu kegiatan yang Ru paling sukai. Mungkin karena si berang-berang antusias diberi makan dan mengeluarkan suara-suara berisik. Saya baru sadar kalau ternyata Otter dan Beaver kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dua-duanya jadi berang-berang, padahal mereka dua spesies yang berbeda.


7. Menangkap Kelinci
Ini kegiatan yang lumayan berkontribusi untuk menghabiskan energinya Ru. Hore. Anak diajak menangkap kelinci dan memasukkannya ke dalam keranjang. Walaupun habis itu kelincinya bisa keluar lagi dari keranjang. Selesainya kalau anaknya udah bosen atau capek.


8. Memberi Makan Ikan
Di luar taman kelinci ada kolam-kolam ikan besar. Pengunjung diberikan makanan ikan untuk dilempar ke kolam.


9. Menangkan Ikan dan Lobster
Untuk kegiatan terakhir ini entah kenapa ga saya foto. Udah capek kayaknya saya. Intinya anak-anak boleh masuk kolam dan nangkepin ikan dan lobster dangan jaring. Ikannya gesit sekali, Ru ga berhasil tangkap satupun. Akhirnya dia nangkepin lobster saja.

Setelah rangkaian tur yang lumayan panjang, Ru kami mandikan karena badannya sudah basah semua gara-gara menangkap lobster di kolam. Di BFC Mini Farm tersedia kamar mandi dan sabun cair. Untunglah Ru selalu bawa baju di tas, tapi ga bawa handuk.

Ru si Anak Alam
Selama di sini Ru sangat kooperatif. Padahal kalau di sekolah jarang-jarang dia mau nurut sama gurunya. Semua kegiatan pun dilakukan dengan atusias. Bahkan penjelasan pak pemandu juga didengarkan. Energi Ru sukses berkurang dipakai kejar-kejar kelinci dan nangkep lobster.Tempat ini cocok banget untuk anak-anak tipe Ru yang ga bisa duduk diam. Saya jadi mikir, jangan-jangan Ru seharusnya sekolahnya di sekolah alam saja.

Pulang
Sebelum pulang kami diberi souvenier berupa tiga buah pajangan kura-kura dari keramik. Kami pun pulang sekitar jam lima kurang lima belas menit. Pas banget udah mau tutup.

Seru juga ternyata main-main sama binatang. Oiya kalau binatangnya mau dibeli bisa juga. Cuma kura-kura dan berang-berang saja yang ga dijual karena memang tidak dibudidayakan di sini.

Moral, Tips, & Trik
- Jangan lupa bawa handuk dan baju ganti kalau ingin berkunjung.

- Datang sore-sore di akhir pekan mungkin pilihan telat karena sepi. Menurut bapaknya waktu saya datang pengunjung lain sudah pada pulang, makanya sepi.

- Kalau mau datang hari biasa sebaiknya telepon dulu karena sering dikunjungi oleh sekolah-sekolah untuk karya wisata.

- Recommended untuk dikunjungi. Tidak jauh tapi suasananya sangat berbeda dari mal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar