8.2.17

Universal Studio Japan, Kurang Cocok untuk Balita

Universal Studio Japan (USJ) adalah tempat terakhir yang kami kunjungi di trip Korea-Jepang. Di sini, adik-adik sepupu saya puas bermain dan pulang dengan senyum lebar di akhir hari. Sayangnya itu tidak terjadi dengan saya dan Bi. Universal Studio kurang cocok untuk anak-anak usia 2 tahun ke bawah seperti Ru.

Tiket masuk untuk dewasa (12-64 tahun) saat saya berkunjung adalah 7,400 yen (sekitar 880 ribu rupiah, di kurs hari ini). Jelas bukan jumlah yang sedikit. Anak-anak dibawah 4 tahun tidak dikenakan biaya masuk. Awalnya saya cukup antusias, mengingat Ru bisa bermain banyak wahana di Disneyland Hong Kong tahun lalu, saat usianya baru satu tahun. Syaratnya hanya sudah bisa duduk tegak dan tidak tidur. Ternyata di USJ tidak demikian. Kebanyakan wahana menetapkan tinggi minimal 92 cm, 102 cm, dan 107 cm. Saat kami berkunjung tinggi Ru baru 90 cm dan dia pun ditolak untuk naik wahana yang tampaknya tidak berbahaya sekalipun.

Saya dan Bi akhirnya hanya menemani Ru untuk bermain permainan bebas antrian yang tidak spesial. Juga hanya naik satu wahana untuk orang dewasa karena sulit jika harus bergantian dan berpisah mengingat pemancar wi fi kami hanya satu untuk bersama.

The Wizarding World of Harry Potter
Untunglah ada area Harry Potter, sehingga saya tidak sedih-sedih amat. Di sini Ru sempat tertidur sehingga saya dan Bi berhasil naik Harry Potter and The Forbidden Journey 4K3D. Juga satu-satunya wahana sesunggungnya yang kami naiki. Mama saya suka sekali wahana ini. Menurut saya seru tapi bukan yang membuat saya senang sampai beberapa jam ke depan.

Di area ini kami sempat masuk ke Ollivianders dan Hogwarts Castle Walk, keduanya sama-sama menawarkan pengalaman ruang dunia Harry Potter dipadu teatrikal dan hologram. Hanya jalan kaki masuk ruangan, tapi tidak naik wahana. Juga sempat mencoba minum Butter Beer sambil menonton pertunjukan street entertainment. Tenang, Butter Beer-nya bukan bir sebenarnya, cuma minuman bersoda. Menurut adik dan keluarga saya enak sekali. Rasanya lucu, tapi saya ga suka soda.


Salju tapi panas. Kalau datangnya pas musim dingin lebih seru mungkin.

Universal Wonderland 
Area Universal Wonderland adalah area khusus bocah. Di sini Ru bekunjung ke Snoopy Studio, isinya berbagai permainan bertema Snoopy di dalam ruangan. Mainan paling seru di sini adalah roller coaster kecil Snoopy, salah satu mainan favorit saya waktu saya ke sini saat SMA. Tapi Ru tentunya tidak boleh naik.

Selain itu Ru lebih banyak main di Sesame Street Fun World. Isinya macam-macam. Favorit Ru adalah air mancur yang keluarnya berganti-ganti.

Setelah Ru puas main kami hanya keliling-keliling saja liat souvenir. Pasrah ga bisa main yang seru-seru.



Di dalam Snoopy Studio.

Akhirnya ada yang boleh dinaikin sama Ru. Tapi bocahnya ga kelihatan di foto karena kecil.

Mobilnya ga bisa jalan.




Airnya keluarnya ganti-ganti, Ru serius lagi mencoba memahami polanya. 

Child Switch
Ternyata setelah saya baca di website-nya ada layanan yang namanya Child Switch. Jadi layanan ini memperbolehkan pengunjung yang membawa anak-anak yang tidak memenuhi kriteria untuk bisa bermain secara bergantian tanpa harus mengantri dua kali. Untuk detailnya silahkan tanya petugas di sana, begitu kata websitenya. Mungkin bisa dicoba.

Moral, Tips, & Trik
- Kalau mau ke USJ dengan anak dan gamau rugi, paling tidak tinggi anak 92 cm. Kalau bisa malah 107 cm, karena 92 cm pun wahana yang bisa dimainkan terbatas.

- Ga papa bawa balita asal ada yang bisa dititip selama bapak-ibunya main. Tapi karena kami sangat child-oriented jadi kayaknya opsi ini juga kurang menyenangkan.

- Sebenarnya Ru senang-senang saja main di sini, tapi permainan yang dia mainkan ga jauh beda sama yang biasa di mal. Cuma lebih keren sedikit. Mengingat tiket masuk orang tuanya 16x kalau main di Mal, tentunya jadi ga ekonomis. Ga papa sih kalau uangnya banyak banget.








BONUS: Hotel Keihan Universal Tower
Demi puas main seharian di USJ kami menginap di Hotel Keihan Universal Tower di area USJ. Sehingga tinggal berjalan kaki untuk pergi dan pulang ke USJ. Kelebihannya bisa puas pulang sampai USJ nya benar-benar tutup karena tidak perlu takut ketinggalan kereta dan ga perlu energi ekstra untuk pulang.

Desain hotelnya biasa saja, tapi menu sarapannya macam-macam sekali dan ada children corner isinya makanan manis-manis buat anak-anak. Yang saya suka di sini anak-anak sangat dianggap. Saat sarapan Ru duduk di junior chair. Kalau di Indonesia hampir ga pernah ketemu restauran yang punya junior chair, adanya baby chair. Bagi yang ga tau, junior chair itu untuk anak-anak 2-4 tahun, yang sudah terlalu besar untuk duduk di baby chair. Selain itu juga disediakan piring dan sendok makan khusus anak-anak. Jepang child-friendly sekali ya.

2 komentar:

  1. baru mau komen... kan ada child switch.. hehehe.

    universal studio emang gak cocok buat anak2 kecil makanya dia ada child switch itu... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih taunya telat. beda banget ternyata ke theme park sama anak dan ngga. hehe.

      Hapus