28.2.17

Pantai Nyiur Melambai, Pantai Olivier, dan Anniversary


anniversary di pantai belitung
Sore itu, hampir setahun yang lalu, saya dan keluarga tiba di kota Manggar. Kota kecil yang menjadi populer karena buku Laskar Pelangi. Kami tiba agak terlalu sore karena terlalu lama menghabiskan waktu di Tanjung Pandan, mengunjungi museum dan rumah kerabat.

Pantai Nyiur Melambai
Setelah meletakkan barang-barang di hotel, kami pergi ke Pantai Nyiur Melambai. Akhirnya bertemu pantai juga.

Sudah pukul 5.30 sore. Cepat-cepat, sebelum gelap. Saya segera mengajak Ru (1 tahun 11 bulan) duduk di pasir dan menuang seluruh mainan pasir yang kami bawa.

Ru bermain pasir dengan riang gembira. Ini pertama kalinya ia bermain pasir di pantai sungguhan. Ru pernah sih main di pantai reklamasi Ancol, tapi namanya buatan pastilah tak seindah aslinya.

25.2.17

Mengajak Batita Main ke Kidzania

ajak batita ke kidzania
Siapa sih yang ga tahu Kidzania. Tempat anak-anak bisa bermain peran, mencoba berbagai profesi. November kemarin, untuk pertama kalinya saya dan Ru (2.5 tahun) pergi ke Kidzania. Dalam rangka dapat voucher sekaligus play date dengan teman saya dan kedua anaknya, Azfar (3.5 tahun) dan Syalen (1 tahun).

Saya tahu sih kalau anak usia tiga tahun ke bawah tidak bisa main banyak di sini. Hal ini pun juga disosialisasikan saat saya reservasi dan menukarkan tiket. Tidak apa, toh saya pakai voucher. Yang saya tidak tahu adalah main di Kidzania sebaiknya berbekal sedikit informasi kalau gamau bingung. Berikut beberapa hal yang sebaiknya diketahui kalau ingin membawa batita ke Kidzania, juga sedikit cerita pengalaman saya.


22.2.17

Playground: Kidzoona, AEON, BSD

Kidzoona AEON BSD
Libur pemilu kemarin Ru main di AEON BSD sama sepupu-sepupunya, Freya dan Cleo. Tiba-tiba ke AEON karena uyutnya Ru yang lagi jalan-jalan ke sana dan pasti seneng kalau cicitnya ikut gabung. Akhirnya tiga bocah itu dibolehin main di playground karena bingung juga mau ngapain. Mainnya di Kidzoona, supaya eyang uyut bisa nontonin dari luar. Kalau Playtime dan Miniapolis tertutup jadi ga bisa dilihat anaknya lagi main apa.

Kidzoona ada di dalam department store AEON bagian anak-anak di lantai 2. Tepatnya berada di ujung paling dalam.

Harga Tiket dan Member
Untuk main di sini ada dua pilihan waktu: 1 jam atau satu hari. Biayanya 80 ribu untuk satu jam dan 130 ribu untuk satu hari pada weekend atau hari libur. Sementara di hari kerja biayanya 50 ribu dan 80 ribu saja. Saran saya jangan pilih tiket satu hari kalau weekend. Selain mahal, playground-nya ramai.


18.2.17

Museum Tanjung Pandan, Belitung

museum tanjung pandan belitung
Setelah mendarat dan sarapan, saya dan keluarga berkunjung ke Museum Tanjung Pandan. Museum ini berisi berbagai hal yang berkaitan dengan pulau Belitung. Desainnya tipikal desain museum Indonesia yang belum direnovasi. Satu-satunya bagian yang cukup terdesain adalah ruang pamer berisi peninggalan kapal karam di sekitar Pulau Belitung.

Cara terbaik menikmati museum ini adalah mendengarkan cerita dari bapak pemandu. Sebab jika lihat-lihat sendiri agak sulit mendapat informasi. Salah satu cerita yang menarik bagi saya adalah tentang harta karun yang ditemukan bersama kapal-kapal karam di sana. Harta karun tersebut kemudian entah diambil siapa paska penemuannya. Sedih ya denger cerita orang segitunya banget sama harta.

Sejujurnya saya tidak terlalu fokus mendengarkan bapak pemandu. Maklum, Ru (hampir 2 tahun) malah sibuk sendiri ke sana ke mari. Jadi saya pun harus mengikuti Ru dan mendengar ceritanya sepenggal-sepenggal. Ru bahkan berlari ke halaman belakang Museum sebelum bapak pemandu selesai menceritakan semuanya.

16.2.17

Itinerary 3 Hari 3 Malam di Belitung

itinerary 3 hari 3 malam di belitung

Alhamdulillah saya dan Bi masih punya rezeki untuk ajak Ru jalan-jalan. Bukan karena uangnya berlebih tapi karena jalan-jalan adalah prioritas kami. Tahun lalu, saat Ru hampir dua tahun, kami mengajak Ru ke Belitung. Ru senang sekali. Lebih senang daripada saat diajak ke Hong Kong, Korea, atau Jepang.

Memang sih jalan-jalannya sudah lewat lama. Sayangnya saya belum sempat cerita di sini. Tapi sampai saat ini prinsip saya masih ‘lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.’ Semoga ceritanya tetap menarik.

Liburan ke Belitung ini seluruhnya diatur oleh mama saya. Saat itu saya masih bekerja, jadi saya dengan senang hati menyerahkan semuanya ke mama. Tinggal bayar dan jadi peserta aja. Kekurangannya saya ga inget sama sekali nama restauran yang kami datangi selama di Belitung. Saya juga ga foto sama sekali pas makan. Jadi cerita tentang tempat makan di Belitung ga akan ada sampai seri tulisan jalan-jalan ke Belitung ini berakhir.


14.2.17

Perlukah Insisi Tongue Tie

perlukah insisi tongue tie
Ru sudah bukan bayi lagi, tapi pengalaman menjadi ibu baru dan mengurus bayi sangat membekas bagi saya. Itulah mengapa sekali-kali saya bercerita cerita lampau di sini. Siapa tahu ada ibu baru yang mengalami hal serupa dan bisa belajar dari pengalaman saya. Salah satunya adalah tentang tongue tie, salah satu hal yang sempat ditanyakan beberapa teman saya paska melahirkan.

Hampir tiga tahun lalu Ru lahir di Rumah Sakit Puri Cinere. Rumah sakit ini pro ASI. Setelah melahirkan, saya dan Ru tidak hanya dikunjungi oleh dokter kandungan dan dokter anak, tapi juga dokter laktasi. Dokter spesialis menyusui datang dan memeriksa apakah cara menyusu bayi sudah benar dan adakah masalah dalam menyusui. Juga mengajarkan posisi menyusui yang benar. Benar-benar membantu karena menyusui itu ternyata tidak semudah kelihatannya.

Beberapa hari setelah Ru lahir puting payudara saya lecet (maaf agak vulgar). Menurut dokter laktasi, setelah memeriksa mulut Ru, hal itu disebabkan Ru mengalami tongue tie dan lip tie.


9.2.17

Weekend: Petualangan Dinosarus, Taman Mini Indonesia Indah


Ru (2.5 tahun), anak saya, lagi suka sekali sama dinosaurus. Makanya begitu tahu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ada Petualangan Dinosaurus saya semangat mau ajak Ru ke sana. Lihat replika tulang dino di Museum Geologi saja senang sekali, apalagi lihat yang lebih jelas bentuknya. Tapi karena Bi suami saya menolak terus akhirnya baru hari minggu kemarin kami berkunjung.

Harga Tiket
Petualangan Dinosaurus ini ada di dalam area Legenda Wisata di dalam Taman Mini Indonesia Indah. Biaya masuk ke TMII per orang 10 ribu, mobil 10 ribu, sementara Ru masih gratis.

Sudah lama saya dan Bi tidak ke Taman Mini, jadi kami agak bingung. Kami lalu parkir di depan Keong Emas padahal harusnya parkir tepat di depan Legenda Wisata saja. Kami bertiga jadi harus jalan kaki kira-kira 5 menit. Itung-itung olah raga.


8.2.17

Universal Studio Japan, Kurang Cocok untuk Balita

Universal Studio Japan (USJ) adalah tempat terakhir yang kami kunjungi di trip Korea-Jepang. Di sini, adik-adik sepupu saya puas bermain dan pulang dengan senyum lebar di akhir hari. Sayangnya itu tidak terjadi dengan saya dan Bi. Universal Studio kurang cocok untuk anak-anak usia 2 tahun ke bawah seperti Ru.

Tiket masuk untuk dewasa (12-64 tahun) saat saya berkunjung adalah 7,400 yen (sekitar 880 ribu rupiah, di kurs hari ini). Jelas bukan jumlah yang sedikit. Anak-anak dibawah 4 tahun tidak dikenakan biaya masuk. Awalnya saya cukup antusias, mengingat Ru bisa bermain banyak wahana di Disneyland Hong Kong tahun lalu, saat usianya baru satu tahun. Syaratnya hanya sudah bisa duduk tegak dan tidak tidur. Ternyata di USJ tidak demikian. Kebanyakan wahana menetapkan tinggi minimal 92 cm, 102 cm, dan 107 cm. Saat kami berkunjung tinggi Ru baru 90 cm dan dia pun ditolak untuk naik wahana yang tampaknya tidak berbahaya sekalipun.

6.2.17

Kuil Fushimi Inari dengan Balita

Fushimi Inari adalah kuil Shinto yang terletak di Kyoto, Jepang. Kuil ini terkenal karena deretan gapura berwarna oranye (torii) yang jumlahnya ribuan. Gapura-gapura tersebut berderet mengikuti jalan setapak di hutan Gunung Inari, di belakang kuil utama.

Tempat ini sangat populer sebab ribuan torii ini terlihat sangat bagus di foto, sangat instagramable kalau kata anak sekarang. Selain itu Fushimi Inari buka 24 jam, gratis, dan tinggal menyeberang dari stasiun kereta yang namanyapun Fushimi Inari Station. Sehingga pantas saja ketika saya berkunjung kuil ini ramai sekali.

Jalan-jalan dengan Balita
Salah satu tips untuk jalan sama anak-anak adalah jangan terlalu idealis. Maksudnya, jangan berharap bisa menjelajah semuanya atau berkunjung ke banyak tempat di waktu yang terbatas. Di Fushimi Inari pun juga begitu. Untuk menyusuri keseluruhan jalan setapak penuh torii ini diperlukan waktu 2-3 jam. Jalannya tidak rata penuh dengan tangga-tangga kecil. Sehingga tidak mungkin memakai stroller. Ru (2 tahun) sudah berat sekali, sehingga kami tidak lagi kuat menggedongnya walaupun dengan gendongan seperti saat jalan-jalan ke Hong Kong setahun sebelumnya.

2.2.17

Playground: Playtime, AEON, BSD


AEON memang sudah tak baru lagi. Saya rasa sebagian besar penduduk sekitaran BSD juga sudah pernah berkunjung ke sini. Tapi karena AEON adalah salah satu mal favorit saya dan Bi, saya akan tetap bercerita.

Menurut kami AEON adalah mal yang cukup ramah anak. Pertama karena ada peminjaman troli berbentuk mobil-mobilan untuk keliling mal. Walaupun sekarang harus jadi member kalau mau pinjam, tapi jadi member syaratnya cukup belanja 200  ribu dalan satu struk. Kedua karena ada tiga pilihan playground untuk anak-anak: Playtime, Kidzoona, dan Miniapolis.

Salah satu tempat main favorit Ru, anak saya, adalah Playtime. Letaknya di lantai 3, dekat bioskop XXI. Di dalamnya ada berbagai area bermain mulai dari kolam pasir, kolam kacang merah, mandi bola, main masak-masakan, kereta api, balok-balok raksasa, dan lain-lain. Terlalu banyak jika harus saya sebut satu per satu.