14.1.17

Playground: Naik Excavator di Kids@Work, Gandaria City

Enam bulan terakhir Ru (2.5 tahun) lagi suka banget sama yang namanya kendaraan konstruksi. Ru hafal semua nama alat-alat berat dan fungsinya. Setiap jalan-jalan dan ketemu di jalan senangnya bukan main. Ga jarang kami berhenti dipinggir jalan untuk nontonin excavator yang lagi parkir. Buku, mainan, tontonan juga semua tentang construction vehicle. Sampe saya boseeeennn. 

Dari kesukaannya ini juga kami tahu ada amusement park yang bernama Diggerland. Ru pengen sekali ke sana. Ada hari dimana dia nangis-nangis minta naik mobil dan diantar ke Diggerland. Masalahnya Diggerland itu hanya ada di Amerika dan Inggris. Sampai akhirnya dia pun pasrah menerima kenyataan kalau Diggerland itu jauh dan untuk ke sana perlu uang banyak. 

Siapa sangka tiba-tiba di Gandaria City ada playground baru bertema konstruksi, Kids@Work namanya. Walaupun ga sebesar dan sekomplit Diggerland, tempat bermain ini konsepnya sama, memberi kesempatan anak-anak mengendarai kendaraan berat. Tentu saja saya dan Bi langsung mengajak Ru ke sana. 

Ragam Permainan
Ketika masuk, setiap anak diberikan help dan rompi proyek untuk mulai bermain. Ada lima jenis permainan di Kids at Work: excavator, crane dengan capit, crane dengan hook, sandbox, dan gondola untuk membersihkan kaca. Selama masa promosi, yang sudah berakhir Desember lalu, dikenakan biaya 150 ribu dapat tiga koin untuk naik excavator dan crane serta main di sandbox dan godola pembersih kaca sepuasnya. Selain itu dapat bonus boleh bawa pulang helm atau rompi. Kabarnya setelah masa promosi biayanya 55 ribu rupiah. 

Excavator dan Crane yang ada di sini memang berukuran kecil, tapi bisa bergerak seperti alat berat yang sebenarnya. Ru tentu saja belum bisa mengendalikan sendiri, jadi dia dibantu Bi. Baru terakhir dia berani menyetir sendiri dibantu mbak pengarah. Lebih tepatnya mbaknya yang nyetir Ru cuma pegang stiknya. 

Dari semua permainan yang ada di sini, menurut saya yang paling tidak menarik adalah gondola untuk membersihkan kaca. Gondolanya diam di lantai dan tidak bisa naik seperti yang sebenarnya. Ru ga main yang ini karena daripada di sini mending di rumah aja ada banyak kaca kotor, pikir saya. 

Saya sempat khawatir Ru gamau pulang. Alhamdulillah setelah main semuanya dia mau pulang tanpa perlawanan. Besoknya di rumah seharian pake helm dan rompi proyek keliling komplek. Juga ga berhenti cerita tentang pengalamannya naik excavator dan crane. “Senang!” kata Ru. 







Moral
- Berapapun umur kita, dreams do come true. Belum punya uang untuk ke Diggerland tiba-tiba muncul playground bertema konstruksi yang ga jauh dari rumah.

8 komentar:

  1. Serunyaaa..! Anak lanangku jg lagi suka benda2 big machine ini. Thanks infonyaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama.. semoga berguna :)

      Hapus
  2. Berapa tiket masuknya mbak?serubanget pengen ajak anak saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu saya kesana masih promo, jadi 150 untuk semua permainan. Saya ga tau skrng jadi brp.

      Hapus
  3. Per akhir agustus anak sya main disn 150 rbu utk 3 permainan

    BalasHapus
  4. Mau tanya mbak Diski, untuk lama bermainnya 1 kendaraan itu brp menit ya? thx before

    BalasHapus
  5. Wah maap saya ga begitu perhatiin berapa lamanya. menurut saya sedeng sih ga kecepetan dan ga kelamaan.

    BalasHapus