8.1.17

Gyeongbokgung Palace, Seoul, Korea

15 Juli 2016
Tidak seperti kemarin, hari ini kami tidak menyewa bus dan berencana untuk berkeliling kota Seoul menggunakan subway. Kami tidak membeli tiket subway khusus karena lebih murah beli biasa bila hanya satu hari.

Mengikuti itinerary yang telah dibuat tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah Gyeongbokgung Palace. Istana ini adalah yang terbesar dan (katanya) paling bagus dari lima komplek istana yang ada di kota Seoul.


Kunjungan kami ke Gyeongbokgung Palace benar-benar penuh drama. Dimulai dari rombongan kami yang terpencar gara-gara pintu keluar dari subway via elevator dan via tangga dipisahkan oleh pagar istana. Pintu keluar elevator berada di luar komplek istana sementara via tangga berada di dalam komplek istana. Untungnya setelah tanya sana sini dan jalan kesana-kemari kami berhasil bertemu kembali.





Pergantian Penjaga Istana
Pertemuan kembali kami tepat beberapa menit sebelum pergantian penjaga istana. Pergantian shift ini dilakukan jam 10.00 dan 14.00 dengan upacara tersendiri yang tentunya jangan dilewatkan. Sayangnya karena sangat ramai saya tidak berhasil mengambil gambar upacara ini.

Sebelum dan setelah upacara pengunjung diperbolehkan berfoto menggunakan pakaian penjaga istana. Lokasinya tak jauh dari pintu gerbang tempat penjaga berada. Serunya peminjaman kostum ini gratis namun waktunya terbatas. Jadi siapa cepat dia dapat.

Tiket Masuk
Untuk masuk ke dalam setiap orang harus membayar tiket sebesar 3000 won (sekitar 30 ribu rupiah) untuk dewasa dan 1500 won untuk anak usia 7-18 tahun.  Lucunya pengunjung boleh masuk gratis bila datang menggunakan hanbok, pakaian tradisional Korea. Pantas saja banyak warga lokal yang datang menggunakan hanbok. Seru banget jadi membuat suasana istananya seperti zaman dulu.

Area yang Luas
Gyeongbokgung palace ini luas sekali. Hal inilah yang kemudian menjadi drama kedua untuk rombongan kami. Kami tidak menentukan berapa lama kami mau berada di sana. Sebagian tak mau berlama-lama karena jadwal hari ini lumayan padat, takut tidak keburu belanja dan lain-lain. Sebagian lagi mau menikmati istana ini sampai keseluruh areanya. Ditambah kami ga punya wi fii untuk berkomunikasi. Jadilah rombongan pertama menunggu rombongan kedua yang tak kunjung kembali ke pintu masuk.




Pergi dengan Anak
Ru (2 tahun) cukup senang diajak ke sini. Karena luas dia bebas lari-lari kesana-kemari. Lebih-lebih karena lantai lapangannya terbuat dari pasir. Bagi Ru pasirnya serasa di pantai atau playground. Saya dan Bi, suami saya, heboh ngelarang Ru main pasir karena kotor.

Moral, Tips, & Trik
- Tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Seoul. Well-preserved banget. Terasa banget kalau ini adanya bukan di Indonesia. Info lebih lengkap silahkan buka official websitenya.

- Sediakan waktu sekitar dua jam an kalau mau keliling seluruh area dengan santai. Di bagian dalam komplek istana ini ada paviliun dan danau. Saya ga kesana karena kirain di dalemnya udah ga ada apa-apa lagi. Haha.

- Untuk yang pergi berombongan tanpa travel agent SELALU tentukan waktu dan tempat berkumpul kembali  biar ga berantem.

SEBELUMNYA  >> Namsangol Hanok Village
SELANJUTNYA >> Belanja Oleh-oleh di Insadong

1 komentar:

  1. wahh seru sekali ya pergi berlibur ke korea bareng keluarga..

    BalasHapus