10.1.17

Belanja Oleh-oleh di Insadong, Seoul, Korea


Setelah melihat-lihat Gyeongbokgung Palace saya dan keluarga kemudian berjalan kaki ke daerah Insadong. Hanya perlu kira-kira tujuh menit berjalan kaki dari istana Gyeongbokgung ke sana. Insadong ini merupakan tempat belanja yang terkenal dengan barang-barang tradisional Korea.

Saya sebenarnya tidak terlalu antusias karena saya tidak berencana membeli banyak oleh-oleh barang khas Korea ataupun membeli untuk diri sendiri. Kenyataannya tempat belanja yang satu ini jauh di atas ekspektasi saya. Bukan hanya menjual barang-barang tradisional tapi juga barang berdesain modern dengan tema kebudayaan Korea. Sukaaa.



Ssamzie-Gil Market
Ini adalah tempat favorit saya di daerah Insadong. Ssamzie-Gil adalah sejenis mal dengan jalanan melingkar ke atas. Tempat dengan ramp panjang ini sangat cocok untuk pengguna kursi roda atau yang pakai stroller. Tapi ramp-nya sendiri baru mulai dari lantai kedua. Dari lantai dasar ke lantai kedua dihubungkan dengan tangga. Untuk menyiasatinya, karena bawa stroller, kami naik lift sampai lantai paling atas lalu jalan turun ke bawah. Di tengah-tengah, tanpa janjian, saya ketemu adik saya yang mulainya dari bawah. Serasa di film-film.



Di lantai paling atas terdapat Poop Cafe (또옹카페) yang sesuai namanya seluruhnya bertama poop. Piringnya pun bentuk kloset mini. Kami cuma lihat dari luar karena ga punya banyak waktu. Kalau saya ke sini lagi mau banget mampir.

Selain Poop Café yang terkenal itu, Ssamzie-Gol menjual barang-barang menurut saya lucu-lucu. Saya beli kaca anti pecah dengan gambar khas Korea dibaliknya dan mainan masak-masakan makanan Korea untuk Ru (2 tahun).

'Loh anak laki-laki kok dibeliin mainan masak-masakan?' tanya ibu mertua saya ketika tahu. 'Ya gapapa bu, chef juga banyakan yang laki-laki,' jawab saya dan Bi kompak.

Bon Jjuk Korean Porridge Restaurant (본죽)
Di Insadong kami juga sempat makan siang di restaurant bubur. Restauran ini memang ga punya sertifikat halal seperti EID, namun menyediakan bubur seafood dan vegetarian. Di daerah ini sulit mencari restaurant Halal.

Rasa bubur di restaurant ini menurut saya agak kurang enak, tapi porsinya besar, bisa untuk makan berdua untuk yang porsi makannya ga banyak. Harga per porsi antara 7000-9000 won (sekitar 80-100 ribu rupiah). Kelebihan lainnya restauran ini menjual bubur untuk bayi dan bisa di-take away.


Moral, Tips, & Trik
- Sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi, kecuali restaurant buburnya. Eh tapi jangan ketinggian ekspektasinya. Mungkin saya seneng banget karena ekspektasi awal saya sangat rendah.

SEBELUMNYA >> Gyeongbokgung Palace
SELANJUTNYA >> Belanja Mainan Murah di Korea

Tidak ada komentar:

Posting Komentar