27.12.16

Video Youtube Pertama


Beberapa hari yang lalu saya untuk pertama kalinya upload video di Youtube. Juga perdana meng-edit video dengan Adobe Premier. Walaupun hasilnya sederhana banget tapi saya bangga.

Rencananya saya mau sering-sering upload video sebagai back up dan mempermudah akses saya, Bi, dan Ru nonton video tentang kehidupan kami sendiri. Soalnya sayang aja kalau cuma disimpen di komputer di file yang pisah-pisah. Jadinya malah ga pernah ditonton dan kurang berharga rasanya.

8.12.16

Playground di Cinere - Fun Polis

Menurut berbagai penelitian bermain itu manfaatnya sangat banyak untuk perkembangan anak. Makanya saya dan Bi lumayan rajin ajak Ru (2 Tahun) main di playground. Dengan agenda terselubung bikin energi anaknya cepet habis karena kami berdua capek ngejar ke sana kemari. Ngga, Ru ga masuk kategori hiperaktif kok, tapi aktif aja. 

Oktober lalu ada playground baru di Cinere, lumayan dekat dari rumah. Lokasinya ada di gedung Informa sebelah jalan Jakarta. Saya tau tempat ini dari ponakan saya Freya (5 tahun). Sehari sebelumnya dia main di sana dan cerita ke saya dengan harapan saya ajak lagi ke sana. Hari itu juga kami ajak Ru ke sana tanpa Freya. Maaf ya Fre, kita ga sanggup bawa anak dua dan males harus pulangin kamu lagi. (Kali-kali anaknya suatu hari baca blog ini)

Playground ini lokasinya ada di lantai dasar menggantikan Informa di lantai itu. Desainnya, jujur saya ga suka sama sekali. Kayaknya desainernya mendalami bidang anak-anaknya cuma di permukaan aja. Tapi beda pendapat sama saya, Ru senang sekali main di sini. 

3.12.16

Namsangol Hanok Village, Seoul, Korea

Biar terasa kalau lagi di luar negeri kami pun berkunjung ke kampung tradisional Korea, atau sebutan resminya Hanok Village. Ada dua Hanok Village yang terkenal di Seoul: Namsangol Hanok Village dan Bukchon Hanok Village. Walaupun sama-sama kampung tradisional tapi kedua tempat ini menawarkan dua hal yang lumayan berbeda. Namun karena keterbatasan waktu kami pun hanya berkunjung ke Namsangol Hanok Village. 

1.12.16

Satu Jam di N Seoul Tower

N Seoul Tower adalah landmark kota Seoul. Lokasi nya di atas gunung tapi berada di tengah kota. Saya tidak banyak baca tentang tempat ini karena merupakan rekomendasi mama saya yang sudah pernah ke Korea. 

Ekspektasi saya tempat ini seperti The Peak di Hong Kong. Nyatanya N Seoul Tower lebih sederhana. Tempat ini menawarkan penorama kota Seoul dari atas, pertunjukan tradisional gratis, dan romantisme ala Korea dengan gembok cintanya. Sesuatu yang lebih cocok dinikmati dalam waktu yang agak lama dan santai, dan bukan satu jam saja seperti kami. Kami memang terikat waktu karena hanya menyewa bus sampai jam enam sore. 

18.11.16

Makanan Halal di Korea - EID 이드, Itaewon, Seoul


"Makanan di Korea enak-enak banget!" begitu kata teman saya yang hobi wisata kuliner.
"Tapi bukannya banyak babi?" jawab saya mengingatkan kalau saya ga boleh makan babi. Teman saya ini non-muslim. 
"Iya juga ya," jawabnya agak iba karena saya jadi tidak bisa merasakan senangnya makan di Korea. Padahal saya ga sesedih itu sih.
____________

Saya kemudian menemukan sebuah restauran yang menyajikan masakan Korea tapi halal, Eid namanya. Langsung saya masukkan ke itinerary kami karena kapan lagi bisa cobain makanan Korea di Korea tanpa takut ada babinya atau pakai minyak babi. 

16.11.16

Museum Anak-anak, National Museum of Korea (Korea-Japan Trip, Part 1)

Kamis, 14-07-2016 (Korea - Japan Trip) 

Pesawat kami berangkat tengah malam dari Jakarta dan tiba di Incheon keesokan paginya. Sebuah bus lalu datang menjemput saya dan keluarga besar. Bus ini kami sewa sampai jam 6 sore, sudah dipesan dari di Indonesia via internet. Kami memberikan daftar tempat-tempat yang ingin kami kunjungi hari ini, perusahaan  bus tersebut kemudian mengatur rutenya dengan mempertimbangkan jarak dan kemacetan. Baik ya. 

National Museum of Korea adalah tujuan pertama kami. Saya pilih karena di sini ada Children's Museum-nya dan saya pengen lihat desainnya. Hehe, alasan yang lumayan egois. Tapi keluarga saya mau juga kok, katanya pengen lihat kayak apa museum untuk anak-anak karena kan di Indonesia belum ada. Plus masuk museum gratis jadi lumayan kan bisa berhemat.

15.11.16

Itinerary 2 Hari di Seoul, Korea




Libur lebaran tahun ini saya dan keluarga alhamdulillah bisa jalan-jalan ke Korea. Karena tergiur promo tiket pesawat, kami membeli tiket ke Seoul dan pulang dari Osaka. Keputusan yang kemudian agak disesali karena waktu jalan-jalan kami singkat, hanya satu minggu. Singkat cerita, kami hanya punya waktu dua hari di Korea lalu lanjut ke Jepang.

Saya yang buat itinerary dua hari di Seoul karena keluarga saya yang lain lebih tertarik untuk bikin itinerary di Jepang.

14.11.16

Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden (HK Special, Part 5)


Minggu, 26-07-2015
Hong Kong Special Trip 
Day 5

Hari terakhir di acara jalan-jalan kali ini. Huhu. Rencananya hari ini keluarga besar saya akan pergi ke Shenzhen untuk shopping dan melihat Window of the World. Saya izin untuk tidak ikut rombongan. Besok pagi kami sudah harus kembali ke Indonesia, sepertinya akan terlalu melelahkan untuk Ru (15 bulan).

Akhirnya saya, Bi, dan Ru memutuskan untuk mengunjungi Chi Lin Nunnery dan Nan Lian Garden, yang letaknya berseberangan. Chi Lin Nunnery adalah kuil Budha bergaya Dinasti Tan yang awalnya dibangun pada 1934, dan dibangun ulang pada tahun 1990-an. Sementara Nan Lian Garden adalah taman bergaya klasik Cina yang juga dibuat bergaya Dinasti Tan.

18.10.16

Probation

Three months has passed since I resigned from my work. I knew it won't be easy, and it is not. There are always good and bad things in every choice that we make. 

I rarely share my every day life and thought in this blog, because I think it won't give any advantages to people who read it. But posting only about vacations and weekends feels like a lie to me. My life is not always full of happiness and new places, but I guess our usual everyday life makes us treasure holiday and free time more. So here it is. Hopefully I won't share this kind of things too much.

14.9.16

Weekend : Dago Dreampark, Bandung

Weekend kemarin kami mudik ke Bandung dalam rangka Idul Adha. Hari raya baru senin, dua hari sebelumnya ga ada jadwal. Jadilah kami bertiga jadi turis Jakarta. Mengunjungi tempat wisata di Bandung yang baru buka Juli tahun ini - Dago Dreampark.

Sesuai namanya tempat ini berlokasi di Dago, tepatnya di jalan Dago Giri. Lumayan deket dari rumah orang tuanya Bi. Jam setengah 9 sudah sampai di sini. Takut keburu ramai.

9.9.16

Playground untuk Bayi di Kidspace, Pondok Indah


Saya sudah resmi berubah jadi ibu-ibu ketika opsi kegiatan saat weekend adalah mencari tempat bermain anak. Hal ini dimulai saat Ru hampir satu tahun. Ru sudah bisa merangkak, sudah bisa mulai main di tempat bermain untuk bayi-bayi. Mamanya juga senang karena pilihan tempat yang bisa dikunjungi saat weekend bertambah.

Waktu saya kecil salah satu tempat main favorit saya adalah Kidsport, yang dulu lokasinya di lapangan golf Pondok Indah. Di sana dulu ada tempat main bayi yang seingat saya lumayan seru. Ternyata Kidsport sekarang udah ga ada, yang ada adalah Kidspace. Kidspace ini lokasinya di arteri Pondok Indah di gedung yang dulunya Aquarius.

Kidspace ga sebesar Kidsport, tapi lumayan lah. Kelebihannya adalah mereka punya area main khusus anak 6-18 bulan, TotSpot namanya. Biaya masuknya hanya 35,000 tanpa batasan jam. Seperti tempat main pada umumnya anak dan pendamping harus pakai kaos kaki. Enaknya, kedua orang tuanya boleh masuk kalau lagi sepi.

25.8.16

Weekend: Cirebon


Akhir tahun salah seorang teman dekat Bi menikah di Kuningan, Jawa Barat. Kami pun memanfaatkan momen ini untuk sekalian jalan-jalan ke Cirebon. Sekaligus mencoba tol Cipali yang masih lumayan baru itu. Terakhir kali ke Cirebon sama-sama waktu jaman kuliah dulu dalam rangka kunjungan ke pabrik rotan Yamakawa. Artinya sudah lama sekali bagi saya, dan sangat sangat sangat lama sekali buat Bi. Hehe.

Hari sabtu kami hanya ke kondangan, jadi berikut cerita satu hari jalan-jalan di Cirebon.

23.8.16

Cerita Menyapih Ru: Weaning with Love



Ru tumbuh dengan sangat cepat. Masa-masa menyusui Ru rasanya sudah lama sekali, padahal dia baru berhenti menyusu tepat di hari ulang tahunnya yang kedua. Empat bulan yang lalu. Ga selama itu juga. 

Ini foto Ru di hari ulang tahunnya. Bye bye ASI halo bajigur. Hehe.

20.8.16

Kunjungan ke IKEA, Homeless, dan Hong Kong Space Museum (HK Special, Part 6)


Minggu, 26-07-2016
Hong Kong Special Trip
Day 5

Satu hal yang sama-sama saya dan Bi sukai ketika jalan-jalan adalah merasakan berada di suatu tempat dan lingkungan baru yang berbeda. Kami bukan tipe 'yang penting sudah mengunjungi tempat-tempat top' di suatu daerah. Kami suka berjalan santai melihat tempat-tempat yang terasa biasa saja di foto, tapi toh tidak ada di Jakarta.

Hari ini Bi berbaik hati menemani saya jalan-jalan ke IKEA. Tujuannya lebih untuk studi banding. Saya ingin tahu, seperti apa sih desainer interior IKEA cabang Hong Kong membuat room setting di tokonya. Saya tau beberapa dari mereka, karena mereka sempat membantu saat IKEA Indonesia akan buka. Kalau bagus bisa saya ambil idenya dan diterapkan di Indonesia. (Ini karena waktu itu saya masih kerja ya)

16.8.16

Jalan-jalan ke Macau (HK Special, Part 4)




Sabtu, 25-07-15
Hong Kong Special Trip
Day 4

Salah satu moto liburan kali ini adalah gamau ribet dengan pengurusan visa. Makanya kami pilih pergi ke Hong Kong. Nah karena sudah sampai ke Hong Kong sekalian kami berkunjung ke Macau. Salah satu daerah istimewa di Cina ini juga ga memerlukan visa. Hanya harus naik kapal kurang lebih satu jam dari Hong Kong dan masuk dengan visa on arrival.

5.8.16

The Peak & Ngong Ping 360 (HK Special, Part 3)

Saya udah lama banget pengen nulis blog lagi, tapi ga nulis-nulis dan jadinya cuma janji-janji kosong. Sebenarnya pengen nulis tetang liburan pas lebaran kemarin, tapi berhubung cerita liburan tahun lalu aja belum selesai rasanya ga bertanggung jawab kalau ditinggalkan dan dilupakan. Menurut saya sesuatu yang udah terlanjur dimulai sebaiknya diselesaikan. Jadi bagi yang protes, "yaelah udah lama juga", harap maklum ya, namanya juga unfinished business. 

Jumat, 24-07-15
Hong Kong Special Trip
Day 3

Ada dua tempat yang akan dikunjungi hari ini: The Peak dan Ngong Ping 360 alias Big Budha. Saya juga kurang tahu pertimbangannya apa, karena itinerary-nya dibuat sama si mama,

The Peak
Ini kedua kalinya saya ke tempat ini. Saya sudah pernah cerita tentang jalan-jalan ke the peak di sini, jadi sekarang saya akan cerita singkat aja. Untuk yang mau tau cara ke The Peak dan berbagai hal lainnya bisa diliat di cerita sebelumnya.

Sama seperti pertama kali, saya naik trem ke The Peak. Bedanya karena sekarang bulan Juli cuacanya hujan. Saya beli tiket terpisah dengan yang lain karena saya ga mau masuk Madame Tussaud lagi. Keluarga saya yang lain ga beli tiket ke Sky Terrace 428 karena menurut penjaga loketnya kalau hari hujan ga akan kelihatan apa-apa. Sayangnya saya beli di loket lain dan si penjaganya ga bilang apa-apa.

Ternyata bener, sampe di atas penuh kabut ga bisa ngeliat pemandangan kota.




Di lantai observator yang gratis. Putih, ga keliatan apa-apa. 


Oiya. ternyata ada beberapa tambahan patung di Madame Tussaud dibandingkan tiga tahun lalu. Cuma ya ga signifikan juga jumlahnya. Jadi saya ga nyesel juga sih ga masuk lagi karena harganya kan lumayan mahal. Waktu yang lain masuk Madame Tussaud saya jalan keliling mal aja sambil belanja dikit-dikit.


Ngong Ping 360
Pulang dari The Peak kami langsung meluncur ke Ngong Ping 360. Ngong Ping 360 ini adalah daerah dataran tinggi yang letaknya dekat Disneyland. Cara yang paling populer untuk ke sana adalah naik kereta gantung dengan lantai kaca selama 25 menit.Untuk sampai ke terminal kereta gantungnya kami naik MTR dan turun di stasiun Tung Chung. Dari sana jalan kaki ga terlalu jauh.

Saya semangat banget, karena pas kunjungan tiga tahun lalu kereta gantung ini lagi ditutup karena sedang di-service. Bagi yang pengen ke Ngong Ping sebaiknya cek website Ngong Ping 360 untuk tau jadwal service tiap tahun nya, soalnya service nya kadang sampai enam hari.

Anaknya nambah satu, karena Freya (4 tahun) ponakan saya, mama papanya ga ikut ke Hong Kong. Please abaikan rambut acak-acakan, angin banget.

Nah, karena ini salah satu tempat wisata terkenal di Hong Kong, jadi ada banyak hal yang bisa dilakukan setelah turun dari kereta gantung. Pertama ada Ngong Ping Village, ini sih desa replika gitu, di sini juga ada beberapa atraksi tentang Budha, karena kalau jalan terus akan sampai ke Po Lin Monastery, Big Budha, dan terkhir Wisdom of Path.

Sayangnya waktu itu saya datang kesorean. Baru sampai jam lima lewat, padahal jam operasionalnya cuma sampai jam 6. Petugasnya bilang kalau mau naik kereta terakhir ke sana, lalu sampai sana ga bisa lama-lama dan ga bisa ke Big Budha karena udah ditutup. Juga harus balik lagi sebelum kereta terakhir abis. Dia juga memperingatkan kalau sekarang lagi kencang anginnya jadi akan bergoyang-goyang. Tapi berhubung udah keburu sampai sana yaudahlah kami pergi aja.

Ada dua pilihan kabin yaitu kabin biasa dan kabin kristal yang lantainya kaca, harganya tentu saja beda. Kami memilih paket yang pergi dengan kabin kristal dan pulang dengan kabin biasa.


Kabin kristal. Seru banget saya suka. FYI saya ga terlalu takut ketinggian, kalau yang takut mungkin serem ya.

Ketika turun dari kereta gantung kami disambut sama kabut yang lumayan tebal. Jadi sebenernya ini cuma desa replika, cuma karena ada efek kabut jadinya kayak beneran. Serasa di Sprited Away deh (film Ghibli, kali aja ada yang gatau). Kayaknya si kalau terang benderang desa ini ga sebagus itu sih.

Freya dan Ru di antara kabut-kabut. Sepi banget, malah ada sapi gede-gede pada lewat.

Seperti yang udah di infokan sebelum kami ga bakal bisa sampai ke Big Budha. Akhirnya kami cuma sampe gerbang Po Lin Monastery. Itu juga udah sepi banget ga ada orang. Semua udah pada ngantri naik kereta gantung terakhir. Ga tau sih kalau sampai ketinggalan kereta gantung harus naik apa pulangnya. Ternyata karena antriannya panjang kami baru naik kereta gantungnya juga setelah jam enam lewat juga.


Perjalan pulang naik kereta gantung. Bagus deh liat Hong Kong malam hari. 

Bye bye Big Budha! Kalau ada lain kali mungkin kita bisa bertemu.

Moral
- Kalau mau ke The Peak dan Ngong Ping 360 (Big Budha) dalam satu hari mungkin banget, tapi sebaiknya Big Budha pagi The Peak malam. The Peak buka sampai malam soalnya. Kemarin kami bikin itinerary terlalu optimis, merasa akan cepat pulang dari The Peak.

- Ke The Peak musim ujan itu lumayan rugi ga bisa liat pemandangan. Bandingin deh sama foto di The Peak pas hari cerah. Ke Big Budha musim ujan seru-seru aja karena penuh kabut.

- The Peak dan Ngong Ping 360 (Big Budha) sama-sama recommended buat dikunjungi.

- Untuk tau harga dan info lebih lengkap tentang Ngong Ping silahkan cek website resminya.

SEBELUMNYA >> Disneyland Hongkong (HK Special, Part 2)
SELANJUTNYA >> Jalan-jalan ke Macau (HK Special, Part 4)

22.7.16

Hejdå IKEA, Hello Home

Untuk saya, lebaran tahun ini lebih spesial dari biasanya. Bukan karena kualitas ibadah saya (sayangnya), tapi karena mulai lebaran kemarin saya tidak lagi bekerja sebagai desainer interior di IKEA.

Sejak dulu saya selalu ingin bekerja di IKEA, yang juga pernah saya tuliskan di sini. Bersyukur tentunya karena kesempatan itu kemudian datang. Banyak hal yang saya pelajari dan banyak orang menyenangkan yang saya temui di sana. Namun, semua hal ada akhirnya. Work-Life Balance sangat sulit dicapai karena lokasi rumah dan kantor yang cukup jauh. Saatnya mengucapkan selamat tinggal.

Hari terakhir. Goodbye small but strong team! Minus Angel, Ayu, Dennis.

Ibu bekerja, ibu rumah tangga
Tentu saja salah satu pertimbangan saya berhenti adalah Ru, anak saya. Ibu bekerja atau ibu rumah tangga, kedua predikat yang saya rasa tidaklah penting. Menurut saya yang penting adalah menjadi ibu yang bahagia. Saya selalu percaya bahwa ibu yang bahagia bisa membuat anak-anaknya juga bahagia.

Very thoughtful farewell Gift - Tau aja saya terobsesi sama rumah dan organize sesuatu
Many many thanks to Indy, Ayu, Andrina, Debby, Putri, Audy. 

Menulis dan mendesain
Sekarang saya punya lebih banyak waktu untuk menulis. Jadi jangan kaget kalau saya akan lebih sering menulis di sini, mengejar ketinggalan berbagai cerita dan pengalaman yang sudah lama ingin dibagi.

Saya juga akan punya banyak waktu untuk mendesain. Akan sangat senang bila ada yang membutuhkan jasa desainer interior dan kemudian menghubungi saya.


Moral
- Keluar dari zona nyaman itu selalu mendebarkan. Semoga semua akan baik-baik saja, amin.

14.3.16

Disneyland Hong Kong (HK Special, Part 2)

Kamis, 23-07-15
Hong Kong Special Trip 
Day 2


Saatnya melanjutkan janji lama untuk cerita jalan-jalan ke Hong Kong.

Menurut jadwal yang sudah disusun sebelum berangkat, hari ini kami akan pergi ke Disneyland. Hore! Sebagai penggemar taman bermain saya tentunya bersemangat. Ditambah lagi pada kunjungan sebelumnya saya ga ke Disneyland, tapi ke Ocean Park, amusement park besar lain yang ada di Hong Kong.

Sayangnya pagi-pagi sebelum berangkat hujan turun. Sebenarnya tidak mengherankan karena bulan Juli memang musim hujan di Hong Kong. Berbekal doa kami tetap berangkat, mudah-mudahan hujan reda.

Tiket Disneyland sudah dibeli via agen travel sejak di Indonesia. Menurut si tante yang beli, harganya lebih murah dari pada beli online maupun beli langsung di Disneyland. Ru (15 bulan), anak saya, karena dibawah 3 tahun masih gratis.

Seperti turis pada umumnya kami mencapai Disneyland dengan MTR. Menuju Sunny Bay Station lalu berganti kereta menuju Dineyland Resort. Kereta yang kedua karena khusus ke Disneyland jendela dan pegangan tangannya berbentuk Mickey.


Sampai di Disneyland
Alhamdulillah hujan reda saat kami sampai. Jadi sempat foto-foto di depan gerbang dulu. Di depan pintu masuk ada beberapa marka larangan membawa selfie stick, untungnya saya ga punya. Selain itu tidak ada larangan apapun. Hanya saja saat akan masuk barang-barang diperiksa. Makanan berat seperti nasi, lauk, pasta disuruh dibuang. Tempat duduk lipat yang dibawa adik saya juga dibuang. Tapi untung-untungan sih, kalau kebetulan gak ketahuan kalau makanan ya lolos-lolos saja.



Sewa Stroller
Lepas dari pemeriksaan saya langsung ambil peta dan pergi ke bagian peminjaman stroller di sebelah kiri pintu masuk. Biaya peminjamannya sehari HK$100 dengan deposit HK$200. Saya pinjam lengkap dengan mantel hujan untuk strollernya. Di belakang stroller diberi nama supaya tidak tertukar.

Selama di sana stroller ini jarang didudukin Ru. Lebih sering dihuni tas atau Freya (4 tahun) ponakan saya. Ru kurang suka dengan stroller-nya karena pandangannya jadi agak terbatas.


Wahana dan Anak-anak
Sebenarnya saya tidak berharap banyak bisa naik berbagai wahana karena Ru baru 15 bulan. Tapi ternyata selama anaknya sudah bisa duduk tegak sendiri sudah boleh naik berbagai wahana.

Wahana pembuka yang kami naiki adalah Winnie the Pooh. Freya dan Ru senang sekali. Benar-benar terpesona sampai ingin naik dua kali. Wahana Winnie the Pooh adalah salah satu wahana dengan layanan fast pass (wahana lainnya Space Mountain). Dengan Fast Pass pengunjung hanya harus mendaftar untuk mendapatkan jam berapa harus naik, lalu datang kembali di waktu yang ditentukan tanpa harus antri. 

Selain Winnie the Pooh Ru juga menonton pertujukan Lion King, masuk Mystic Manor, dan naik Slinky Dog Spin. Saat mengantri Mystic Manor Ru tertidur jadi kami tidak boleh naik ke wahananya sebelum Ru bangun. Cukup lama juga berusaha bangunin anak yang satu ini, sampai disuruh tunggu di pintu keluar, nanti kalau sudah bangun tinggal masuk lagi tanpa antri. Untung ga lama setelah keluar Ru kebangun. Wahana yang ini semi rumah hantu, jadi Ru agak takut dengan pegang tangan saya keras-keras selama di dalam. Mukanya pun khawatir. Hehe, kasian. Slinky Dog Spin Ru senang sekali. Padahal menurut saya harusnya cukup seram untuk anak umur 1 tahun. 









Makan
Kami makan siang di Tahitian Terrace di area Adventure Land. Ini salah satu restauran halal yang ada di Disneyland. Semua makanan di dalam area Disneyland harganya cukup mahal. Sekitar HK$100-HK$200 per orang. Rasanya lumayanlah menurut saya.

Parade dan Kembang Api
Ini favorit saya di Disneyland. Walaupun menurut saya paradenya lebih bagus di Disneyland Tokyo, karena yang di Hong Kong sedikit orangnya, lebih banyak mesin, kurang hidup rasanya. Ru terkesima sekali. Harus banget sih nunggu dua acara ini sebelum pulang supaya kunjungan ke Disneylandnya lebih sempurna.




Moral
- Sewa stroller adalah pilihan yang tepat. Walaupun Ru ga mau duduk, stroller dan mantelnya cocok buat menyimpan tas, apalagi di saat hujan. Jadi tasnya ga kehujanan.

- Selama anaknya sudah bisa duduk tegak sudah bisa naik macam-macam di Disneyland.

- Berkunjung di musim hujan cukup menyulitkan. Susah kemana-mana apalagi untuk yang bawa anak kecil.


SEBELUMNYA >> #1. HK Special - Jalan-jalan ke Hong Kong dengan Manula, Balita, dan Batita