30.1.13

#1. Singapore Trip 2 - Singapore Art Museum

(My  Travel Series)
______________
Jumat, 18-01-2013
Singapore Trip 2
Day 1

Halo Singapur! Saya kembali...

Ini salah satu jalan-jalan tidak terencana. Judulnya jalan-jalan mengunjungi si Ay, teman SMA saya yang baru pindah kerja ke sana.

Jumat pagi saat Jakarta hari sebelumnya dilanda banjir, saya malah pergi. "Lagi banjir-banjir gini kok malah jalan-jalan mbak," komentar pak taksi yang masih setengah ngantuk nyupirin saya ke bandara sebelum azan subuh. Untunglah pagi itu hujannya hanya rintik-rintik dan alhamdulillah saya sampai bandara dan kemudian sampai Singapur dengan selamat.

Ga seperti ke Singapur tiga tahun yang lalu yang tujuan utamanya ke Museum, jalan-jalan kali ini lebih bebas. Tapi kami tetep mau jalan-jalan ke satu atau dua museum juga, habisnya di Singapur museumnya menarik sih.

***


Tujuan pertama adalah Singapore Art Museum (SAM) yang letaknya super dekat sama stasiun MRT Bras Basah. Entah beruntung atau ngga, saat kami datang museumnya gratis karena banyak ruang yang sedang direnovasi.

sebelum masuk, minta fotoin dulu sama mbak-mbak yang 
menganggap foto miring itu cool. 
*Udah minta difotoin rese lagi.. hehe

Museum ini mirip sama Galeri Nasional di Jakarta. Interior aslinya polos-polos saja karena namanya juga galeri, fungsinya sebagai kanvas untuk artwork-artwork yang mau dipamerkan. 




Untuk isi pamerannya saya si ga terlalu suka karena hampir sama dengan pameran yang biasa saya liat di kampus dulu, di Bandung, atau di Jakarta. Intinya kalau bisa liat di sini kenapa harus liat-liat jauh di sana. Oh iya, saat itu juga sedang dipamerkan karya orang Indonesia yang dari dulu saya lumayan familiar karena sering liat karya-karyanya diberbagai pameran di Indonesia.

Walaupun begitu ada satu karya yang saya suka. Senimannya menggunakan tutup botol untuk bikin gambar orang. Dia hanya mengkomposisikan tutup botol yang terbuka dan tertutup untuk menciptakan bayangan. Hebat ya bisa kepikiran.



Setelah selesai puter-puter museum dan sempet ga nenemukan jalan keluar, akhirnya kami berhasil bebas lewat souvenier shop. Kami pun lanjut ke gedung berikutnya, SAM at Q8. Museum ini memang terdiri dari dua buah gedung yang letaknya agak berseberangan.

SAM at Q8 isinya sama saja. Hanya di sana petugas yang menunjukan arahnya banyak sekali, kita jadi harus ngeliat sampai habis walaupun sebenernya udah pengen udahan. Gagal kabur deh.

Moral
- Museum ini cocok untuk orang yang suka banget art. Kalau tingkat kesukaannya selevel sama saya (suka biasa aja) museum ini di-skip untuk ga dikunjungin kayaknya ga bakal nyesel.

- Kalau sedang tidak direnovasi Museum ini gratis setiap Jumat malem. Untuk tau admission fee, cara ke sana, dan lain sebagainya silahkan liat official website-nya di sini.

- Museum utamanya alurnya agak membingungkan. Walaupun dikasih peta kami tetap hilang arah. Mungkin karena lagi direnovasi. Sementara SAM at Q8 bener-bener dipandu, ga bakalan nyasar.



Next >> #2. Singapore Trip 2 - Pameran Lego di ArtScience Museum

15.1.13

Beli Buku Impor Tanpa Ongkos Kirim

'Selamat Tahun Baru!' Walau sudah kelewat lebih dari dua minggu, tapi ini tulisan pertama saya di tahun ini. Jadi gapapa ya telat. 

Mari mengawali tahun ini dengan senang hati. Saya memang lagi senang karena buku pesanan saya via online akhirnya datang juga. Biasanya saya beli buku impor di toko buku seperti Aksara dan teman-temannya. Tapi kadang, buku yang saya pengen ga ada dimana-mana. Mau beli di Amazon juga ga ngerti caranya, takutnya malah mahal kena pajak dan lain-lain.

Sekitar dua tahun lalu, teman kerja saya waktu itu pernah cerita tentang hobinya beli buku online. "Kalau gw sering belinya di Book Depository, di sana gratis ongkos kirim ke seluruh dunia." "Woow," pikir saya waktu itu, tapi entah kenapa belum-belum juga nyoba beli di sana. 

Desember kemarin, setelah ga berhasil menemukan buku yang saya mau di toko buku, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba Book Depository. Cara pesannya super gampang. Tinggal buat account, terus pilih buku yang diinginkan, isi alamat dan lain-lain. Kalau saya bayar pake credit card, tapi kalau mau pake paypal juga bisa. Gampangnya sama kayak pesen tiket pesawat online.

Tanggal 15 Desember pesan - tanggal 18 Desember dapat email kalau bukunya sudah dikirim - akhirnya sampai tanggal 15 Januari. Sebulan. Sebenarnya menurut websitenya pengirimannya sekitar 5-10 hari kerja. Mungkin karena pesannya akhir tahun jadi sampainya lebih lama karena banyak libur.



Bentuk kirimannya kayak gini


Horee.. Ga sabar untuk beli buku-buku lain. *padahal yang ini belum dibaca, hehe. Btw makasi Sherly yang udah ngasih tau saya.

Moral
- Book Depository punya dua alamat, bookdepository.com dan bookdepository.co.uk. Kalau mau beli buku sebaiknya cek dulu dua-duanya, kadang harganya beda. 

- Kalau pesan buku di Book Depository mau berapa pun jumlahnya akan dikirim satu-satu. Untuk menghidari pajak sepertinya. Kalau di Amazon jadi satu.

- Untuk harga mirip-mirip sama harga di toko buku impor di sini, mungkin beberapa malah lebih murah. Tapi harus sabar nunggunya. 

- Kekurangannya, karena dikirim dengan pos biasa (royal mail) paketnya ga bisa di-track keberadaannya. Tapi, menurut pengalaman yang sudah pernah beli, semuanya sampai dengan selamat.


UPDATES
Beberapa waktu lalu saya kembali pesen buku di book depository. Kali ini buka craft yang ukurannya lumayan besar. Sampai sekitar satu bulan setelah pesan, tapi kali ini kondisi bukunya kurang oke. Keduanya dibungkus karton tanpa bubble wrap, kardusnya penyok sehingga bukunya pun ikut penyok. Yang satu (karena tidak dibungkus plastik) bahkan kena air. Huhuhuhu... Tapi mau dibalikin juga gimana

Moral : JANGAN BELI BUKU UKURAN BESAR DI BOOKDEPOSITORY (sebenernya si ga papa, asal siap-siap bukunya ga cantik lagi) 

'Kan yang penting isinya, bukan fisik bukunya,' pikir saya menghibur diri.