18.12.13

Jahit Kebaya Hamil Di Pasar Tebet

Desember ini sahabat saya waktu kuliah dulu menikah. Yeii saya dapet seragam. Biasanya si saya jahit di tukang jahit langganan deket rumah mama. Tapi berhubung sekarang saya udah ga tinggal di rumah mama, penjahit langganan jadi jauuuhhhh sekali rasanya.

Saya pun mulai tanya sana-sini sebaiknya jahit dimana yang bagus tapi murah. Hehe banyak mau. Akhirnya berdasarkan rekomendasi seorang tante pergilah saya ke Pasar Tebet.

Walaupun dari dulu tinggal di Jakarta Selatan, saya tuh hampir ga pernah main-main ke daerah tebet. Ga gaul ya. Saya cuma tau Pasar Tebet itu ada dua, yang satu Pasar Tebet Barat, satu lagi PSPT di Tebet Timur. Si penjahit ini di Pasar Tebet Barat.

Photo by Nulis dan Mimpi


Setelah diputer-puterin supir taksi, sampai lah saya dan Bi si suami ke pasar tebet. Penjahit di pasar ini berkumpul di lantai 1. Saya pun mencari-cari plang Penjahit Mulyana rekomendasi si tante. Akhirnya ketemu juga.

"Mbak, mau jahit kebaya bisa?"
"Wah, lagi penuh tuh jahitan. Coba tanya ibu aja mbak. Ditelpon coba," jawab si mbak yang entah resepsionis atau penjahit karena dia lagi bengang-bengong aja pas saya dateng.

Saya pun menelpon ibu Mulyana.

"Halo, bu saya kalau mau jahit kebaya kira-kira paling cepet jadinya kapan ya?"
"Waaahhh, ga bisa kalo cepet-cepet," suaranya panik
"Buat sebulan lagi, ga bisa bu?"
"Waduh, gimana ya, kita lagi banyak banget order baju pramugari," suaranya tetep panik
"Yaudah deh bu, ga jadi."
"Oh yaudah," si ibu tiba-tiba mendadak tenang

Si mbak resepsionis/penjahit lalu nanya ke saya apa kata si ibu. Dengan berbaik hati, si mbak lalu merekomendasikan penjahit di dekat tokonya. Penjahit Bintang namanya.

Singkat cerita, saya akhirnya jahit di penjahit Bintang dengan berbekal gambar kebaya yang sudah saya print sebelumnya. Tiga minggu lagi jadi. Bismillah, semoga bagus.

***



Hore hore, eh Alhamdulillah maksudnya, kebaya hamil saya hasilnya ga mengecewakan. Paling ngga pas lah di badan. Gimana kalau menurut kalian? 


Moral
- Cara ke Pasar Tebet Barat: Dari arah pancoran (ke arah halim) lurus aja sampai ketemu Glael. Belok kiri pas di belokan habis Glael. Lurus aja, pasarnya di kanan jalan ga jauh dari belokan tadi.

- Selain penjahit, di Pasar Tebet Barat banyak macem-macem juga :
LANTAI LG pusatnya percetakan undangan. Hayo yang mau nikah. Tapi saya dulu ga nyetak di sini si.
LANTAI DASAR banyak jajanan pasar dan makanan. Jajanan pasarnya murah tapi rasanya biasa banget mendekati ga enak kalau menurut saya.
LANTAI 2 Ramayana

- Last but not least, Selamat menempuh hidup baru Anya Sani!

17.12.13

Ketemu Harta Karun

Setiap beres-beres rumah, pasti nemu aja sesuatu yang terlupakan. Hari ini saya nemu kartu ucapan ulang tahun dari ponakan saya satu tahun yang lalu. Buatnya dibantuin ade saya si, ya abis si ponakan baru umur satu.


Padahal yang ulang tahun cuma saya, tapi dia minta ditulisin selamat ulang tahun untuk si Bi juga. Karya aslinya mah yang coret-coretan ga jelas.

Sekarang anaknya tiba-tiba udah gede aja. Perasaan setelah lulus SMA tuh waktu jadi dua kali lebih cepat ga sih. Apa itu cuma perasaan saya aja ya.


Sekarang anaknya udah segede ini. Lagi cobain kostum dino untuk fashion show di sekolahnya. Juara 2 lo dia. :D


Moral

- Saya post di sini buat kenang-kenangan aja, takut kartu yang selembar kertas A4 itu hilang.

6.12.13

Kehamilan - Setengah Jalan Lagi



Hari minggu kemarin, Saya dan Bi mengadakan tasyakuran kehamilan 4 bulan. Sebenernya agak terlambat karena kehamilan saya udah 19 minggu yang artinya 4 bulan lebih. Mending terlambat daripada ngga sama sekali kan. 

H-2 si mama tiba-tiba ngabarin saya harus bikin buku doanya. Isinya si tinggal fotocopy dari buku doa yang udah ada, tinggal bikin sampulnya aja. Si mama kasih contoh cover dengan foto suami istri mejeng. Bukan saya dan Bi banget deh. Akhirnya saya bikin versi saya sendiri aja. 

Surat-surat yang dibaca (kali-kali pada perlu juga) : Al-Mu'minun ayat 12-19, Luqman ayat 14, Yusuf ayat 1-6, dan Maryam ayat 1-15. Plus beberapa doa yang dipimpin bu ustadzah. 

20 Minggu
Sekarang udah masuk minggu ke 20, artinya udah setengah jalan lagi, karena kehamilan itungannya 40 minggu. Di dalem perut udah kerasa si bayi gerak-gerak. Aneh deh rasanya. Celana-celana mulai ga cukup dan saya udah makin tergoda untuk belanja barang-barang bayi yang lucu-lucu. Duh, berasa jadi ibu-ibu banget deh.

Doakan ya semoga semuanya lancar. Amin.

photo by: Lala

2.12.13

Balada Kiriman Daster

Salah satu hal yang menarik dari acara kumpul keluarga adalah tukar menukar cerita. Ga tau memang keluarga saya agak aneh atau gimana, kadang-kadang ceritanya suka kelewat absurd. Ini salah satunya.


***

Cerita ini dimulai dari eyang saya (berusia 80 tahun lebih) memesan daster buatan temannya. Menurut eyang, dasternya bagus sekali, dengan gambar bunga yang dibuat custom. Karena tidak sempat bertemu temannya, eyang meminta dua buah daster pesanannya dikirim saja ke rumah om saya. Eyang sebenarnya tidak tinggal di rumah si om, tapi sering menginap di sana. Salahnya, eyang lupa bilang ke si om atau si tante tentang pesanan dasternya.

Beberapa hari kemudian, datanglah seorang pria dengan mobil agak jelek ke rumah om saya. Rumah om kebetulan cukup besar. Pria itu bertemu dengan pak satpam dan memaksa bertemu dengan si om. Pak satpam ketakutan karena kemudian pria ini menerobos masuk rumah dan memberikan kantong plastik hitam. 'Buat Bapak.' Begitu pesannya.

Si tante yang lebih dulu pulang mendapati plastik hitam itu di kamarnya. Kejadian pria pengantar bingkisan tadi sudah dia dengar dari pak satpam. Tante saya pun membuka bungkusan dan mendapati dua buah daster. Ia bingung kenapa ada kiriman daster untuk suaminya. Lagipula daster tersebut berukuran besar dan tante saya berbadan kecil.

Ia kemudian mengkonfirmasi tentang kiriman itu pada si om, yang disambut dengan kepanikan karena om pikir ini adalah salah satu bentuk guna-guna. "Jangan taro di dalem rumah!" begitu perintah si om.

Daster baru yang ditunggu-tunggu eyang uti pun kemudia dibawa keluar dan digantung di bangunan yang belum jadi tepat di depan rumah si om.

Tak lama, setelah berkonsultasi dengan temannya, om kembali menelpon ke rumah memerintahkan tante saya untuk menghanyutkan daster tersebut ke kalimalang (karena dekat rumah mereka). "Pokoknya jangan sampe nyangkut ya, harus benar-benar hanyut," demikian perintah si om yang tentu saja diikuti dengan benar oleh mas penjaga rumah mereka. Daster cantik itu pun dihanyutkan.

***

Esoknya, eyang saya datang untuk menginap. Dengan semangat si tante dan si om menceritakan kejadian aneh tentang kiriman daster guna-guna yang dialami mereka. Dengan muka shock eyang menanggapi "DASTERKUUUU...."

Sialnya, daster tersebut adalah daster terakhir yang dibuat teman si eyang. Temannya sudah tidak mau membuat dan berjualan lagi. Si eyang meminta mas-mas pelaku pembuangan daster untuk mencari, kali-kali dasternya nyangkut. Si mas penjaga rumah tentu saja tidak berhasil menemukannya karena sebelumnya dia telah memastikan bungkusan tersebut harus hanyut.

Sekarang, setiap lewat di dekat kalimalang eyang uti selalu bilang "Coba diliat, kali-kali ada daster eyang yang nyangkut.." hehehehehe..

28.11.13

Early Bird & Night Owl

Menemukan perbedaan antara saya dan Bi si partner hidup sama mudahnya dengan membalik telapak tangan. Kami berdua memang lebih banyak bedanya daripada samanya. Walaupun beda itu biasa, tapi sejak nikah kami berdua jadi perlu juga memperkecil perbedaan yang ada. 

Salah satu perbedaan yang perlu ditolerir adalah waktu biologis kami. Dari dulu saya selalu menganggap diri saya morning person, early bird, alias orang yang suka bangun pagi dan produktif di pagi hari. Sementara Bi, seperti kebanyakan orang yang kerja di bidang kreatif, lebih suka bangun siang dan tidur larut malam.

Ini yang terjadi kalau kami berdua tetep mau hidup di jam masing-masing. Pagi-pagi saya bangun jam lima, Bi baru bangun jam setengah sembilan, siap-siap ke kantor, dan langsung berangkat kerja. Pagi-pagi ketemunya lima menitan. Malemnya, Bi pulang jam delapan, saya jam setengah 10 udah tidur. Kami ketemu satu setengah jam. Singkat banget ya ketemunya.

Buat ngubah ini sebenernya lumayan susah, karena menurut penelitian, selain karena kebiasaan, jam biologis juga dipengaruhi gen. Walupun tentu saja bukan berarti ga mungkin. Yah, kadang-kadang saya berhasil tidur malem, kadang-kadang (banget) Bi mau bangun pagi. Untungnya ada weekend si penyelamat, jadi bisa ketemu lebih lama deh

MORAL

- Ga ada si moralnya. Gatau juga kenapa saya nulis ini. Pengen aja.

- Eiya, katanya, para night owl itu biasanya lebih kreatif dan early bird lebih logis. Btw kalau kalian yang mana? 

27.11.13

Top 5 : Favorite Blogs

Salah satu yang saya suka dari dunia per-internet-an adalah blog-walking. Bukan lagi hobi, tapi lebih ke rutinitas harian untuk baca beberapa blog setiap hari. Dari pada nonton infotainment kan mendingan baca blog. Hehe.

Blog favorit saya kriterianya sederhana, pertama ada foto atau gambar-gambar yang cantik, tulisannya tentang kehidupan sehari-hari tapi bukan curhat, dan sering di-update.

Dari sekian banyak blog yang saya suka baca, ini top 5 nya. Tiga blog luar, dua nya lagi blog orang Indonesia. Kan harus cinta negeri sendiri. Btw, ini urutannya random ya.

1. Oh joy! (www.ohjoy.blogs.com

Blog milik Joy Cho. Foto-fotonya selalu cantik, berisi ceritanya sehari-hari, singkat tapi nyaman dibaca. Blog sponsor ditulis dengan gaya bahasanya sendiri, jadi tetep enak dibaca.



2. Decor8 (www.decor8blog.com)

Foto-fotonya tentu saja ciamik. Blog ini lebih banyak tentang desain interior dan dekorasi, tapi ada juga sedikit cerita tentang kehidupan penulisnya. 



3. Creature Comforts (www.creaturecomfortsblog.com)

Isinya lebih banyak kompilasi berbagai eye-candy yang ada di dunia maya. Dari blog ini jadi bisa tau blog-blog lain dengan foto-foto cantik. Kadang ada ilustrasi si pemilik blog yang lucu sekali saya suka. 



4. A Memory Bliss (www.bebenyabubu.com)

Blog orang Indonesia yang tinggal di Swedia. Foto-fotonya bagus dan meskipun ceritanya suka panjang tapi bukan curhat galau yang bikin kesel kayak kebanyakan blog orang indonesia lainnya. Hahaha. Tiap baca bikin iri pengen ke Swedia. 



Menarik karena biasanya blog yang nulis perempuan tapi ini laki-laki. Ditulis oleh orang Indonesia yang tinggal di Amerika. Selalu niat masang berbagai foto di setiap blogpost-nya dilengkapi cerita tentang hal sehari-hari yang entah kenapa bisa kedengeran menarik. 



MORAL 

- Makasi ya hey kalian-kalian para pemilik blog yang berbaik hati berbagi cerita

- Ayo dong yang lain pada sering-sering nulis blog dan pasang foto-foto cantik, biar saya ada bacaan.. Hehehe

26.11.13

Baby in the Belly - Trimester Pertama

Yup yup.. Saya lagi hamil. Sebenernya lumayan bingung mau cerita apa tentang kehamilan ini, jadi saya buat laporan kunjungan ke dokter aja deh. Hahaha. Siapa tau ada yang pengen tau atau pengen banding-bandingin. 

5 Weeks 4 Days

Pertama kali ke dokter setelah hasil tes pack positif. Awalnya ga mau langsung ke dokter, takut belom kelihatan juga kalau masih terlalu awal. Tapi si mama heboh suruh buru-buru ke dokter. 

Ternyata memang belum bisa kelihatan lewat USG perut. Akhirnya di USG transvaginal (huufff, untung aja dokternya perempuan, tapi tetep aja si ga suka.). Di umur segini yang baru kelihatan adalah kantung rahim dan titik yang katanya adalah calon bayi. 



8 Weeks

Harusnya jadwal ke dokter masih dua minggu lagi. Tapi karena saya keluar flek, si Bi khawatir dan suruh saya cek ke dokter. Alhamdulillah, kata dokter fleknya kemungkinan gara-gara polip (daging tumbuh) di mulut rahim saya. Selama ga disertai kram perut (yang mana saya kurang ngerti juga kayak apa itu kram perut), ga perlu terlalu khawatir. Gitu kata dokternya. Oiya, USG nya masih transvaginal karena belum kelihatan kalau dari perut.

Kali ini si ade bayi udah bukan titik. Ah, detak jantungnya juga udah kedengeran. Si Bi penasaran banget pas diceritain kalo udh kedengeran jantungnya, soalnya kali ini dia ga nemenin ke dokter. :)




11 Weeks 4 Days

Kali ini cek ke dokter sesuai jadwal. Setelah cek terakhir disuruh periksa darah lengkap, hari ini saya bawa hasil lab nya. Kata dokter ada suatu virus yang saya positif. Karena pas cek fisik ga keliatan tanda-tandanya, tapi karena hasil labnya positif, saya dikasih antivirus buat pencegahan.

Kali ini si ade bayi super aktif ganti-ganti posisi, sampe dokternya susah mau ngukur panjangnya.



*sebenernya sekarang udah masuk 19 minggu. Ada satu USG lagi di umur 16 minggu, tapi karena 16 minggu itu bukan trimester pertama, jadi nanti di-posting berikutnya aja ya.

***


Ngidam Ga?
Pertanyaan ini umum banget ditanyain sama temen-temen saya dan saya bingung jawabnya. Setuju banget sama kakak sepupu saya yang bilang kalau ngidam itu sebenernya gara-gara selama trimester pertama mulutnya ga enak banget, jadi pengen makan macem-macem supaya enak mulutnya. Ya kalau pengen makan ini itu sih iya, tapi ga hamil juga sama kok, pengen ini itu juga.

Morning Sickness
Dulu saya kira morning sickness tuh beneran pagi-pagi doang. Ternyata itu cuma sebutannya ya. All-time sickness kalo saya mah. Mual sepanjang hari. Huhuhu.. Beneran ga enak. Tapi kalo dibandingin orang lain kayaknya saya tergolong tingkat sedang. Ada yang lebih ga mual dari saya, tapi ada juga yang jauh lebih parah.

Saya si muntah kalau masuk kamar mandi dan kalau makan kebanyakan, juga mual sepanjang waktu.


MORAL

- Cek kehamilan itu ternyata mahal.. Hahaha.. Sebenernya mahal gara-gara vitamin, obat penguat kandungan, dan antivirus juga si.

- Kalau ada keluhan sama kehamilannya jangan terlalu sering browsing-browsing di forum ibu hamil, mending langsung cek dokter atau sms dokternya aja. Abisan forum ibu hamil isinya banyak ibu-ibu paranoid, malah jadi ngeri bacanya. Eh no-offense loh ibu-ibu.

- Relakan saja acara jalan-jalan naik pesawat di trimester pertama. Selain karena beresiko, juga karena pasti kurang menikmati karena cepet banget capek, ngantuk, dan mual sepanjang hari. Saya dan Bi juga menghanguskan tiket pesawat ke Bangkok. Belum jodoh.

- Oiya, bagi yang belum tahu, ini ngitung berapa minggunya dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir.

30.9.13

I Try : Kou Cuisine Jam

Sarapan hari ini agak beda sama biasanya. Roti pakai selain karamel. Selainya yang beda, rotinya biasa aja. Selainya oleh-oleh dari Fre, si ponakan yang baru pulang jalan-jalan dari Bali. Kemarin dia main ke apartemen saya karena kangen katanya. Karena baru dua tahun dia ngasih oleh-oleh (yang dititipin ibunya) tanpa ada embel-embel apapun. Oh, kecuali dia minta cokelat oleh-olehnya (iya selain selai ada oleh-oleh cokelat juga). Hehehe.. Ngasih oleh-oleh tapi diminta lagi.



Selainya bentuknya kayak gini. Lucu ya kemasannya, kaya di luar negeri. Si Kou Cuisine ini tokonya ada di ubud dan desain interiornya lumayan lucu. Karena saya juga belom pernah ke sana, jadi ga punya foto-fotonya, kalau penasaran browsing aja, hehe. 

Yang karamel ini rasanya lumayan. Yah, rasa karamel lah. Lebih enak dari selai srikaya yang saya makan di Sumatera Barat. 


Moral

- Ga ada si moralnya, saya cuma pengen cerita tentang hal-hal baru yang saya coba aja. Kali-kali pada mau coba juga. 

- Alamatnya : Jl. Monkey Forest, Ubud, Bali. Telp: 0361-972319 

25.7.13

Perlukah Desainer Interior untuk Rumah

"Kenapa si orang perlu pakai desainer interior untuk rumahnya?" tanya seorang teman SMA saya yang akan pindah rumah. Dia bukan tanya ini untuk menguji pengetahuan saya tentunya, hehe, tapi karena merasa kalau dia tidak butuh desainer interior.

Sebenarnya saya kurang ingat juga waktu itu saya jawab apa. Sepertinya tidak cukup meyakinkan untuk membuat teman saya itu berubah pikiran. Karena menjelaskan secara lisan kurang efektif, kali ini saya coba jawab versi tulisan ya. Siapa tau ada juga yang punya pertanyaan yang sama. Jawabannya lumayan panjang karena susah kalau harus dijelaskan dalam satu kalimat.

Desain vs Dekorasi
Dosen saya waktu kuliah dulu paling tidak suka kalau orang menganggap desainer dan dekorator itu pekerjaan yang sama. "Kita itu desainer bukan dekorator," sering kali dia bilang begitu.

Lah, apa bedanya? Jadi begini sodara-sodara, desain itu artinya pemecahan masalah, sementara dekorasi itu mempercantik sesuatu. Intinya desain mengakomodasi kebutuhan seseorang dan dekorasi itu masalah selera.

Misalnya, seorang wanita bernama A baru beli rumah, masih kosong dan perlu diisi. Kalau dia minta tolong seorang dekorator (di Indonesia sebenernya ga ada dekorator untuk rumah), si dekorator itu akan berusaha membuat rumahnya cantik. Misalnya dengan memilihkan warna, bentuk furnitur, dan pola-pola yang terkini. Mirip kerjaan fashion stylist, tapi dalam bentuk tiga dimensi.

Sementara, kalau si A minta tolong desainer, maka si desainer (yang bener ya) akan ngobrol panjang lebar dulu sama A untuk tau gaya hidupnya, kebutuhannya, hobinya, dan lain-lain. Tugas utama desainer adalah membuat rumah si A ini sesuai dengan apa yang dibutuhkannya. Misalnya si A bajunya banyak, maka desainer akan membuat lemari pakaian yang besar, atau si A males bersih-bersih, maka si desainer akan memilihkan material yang mudah dibersihkan. Kalau misalnya rumahnya awalnya terlihat bagus, tapi setelah ditinggalin jadi berantakan karena kurangnya tempat penyimpanan, berarti itu salah desainernya.

Nah gitu bedanya, moga-moga ngerti ya. Btw, kalau dalam prakteknya batesnya si samar ya antara dua hal ini.

Fungsi Desainer Interior
Intinya, kenapa orang perlu desainer interior adalah agar rumahnya mampu memfasilitasi semua kebutuhannya plus terlihat bagus. Desainer interior itu sebenarnya sangat bermanfaat untuk mengatur ruang-ruang yang kecil, karena si desainer akan memberikan solusi terbaik supaya seluruh kebutuhan penghuni terakomodasi, yang kadang ga kepikiran sama pemiliknya. (hehehe, berasa lagi nulis tugas kuliah nih)

Kalau saya si menganggap interior rumah itu sangat penting, karena kalau rumahnya berantakan dan ga tertata saya jadi pusing sendiri dan mood-nya jadi ga oke.

Desain itu bisa mempengaruhi perilaku orang juga. Dulu, di rumah mama saya, yang bikin desain tempat cuci piring itu pak tukang, saya benciiii banget sama yang namanya cuci piring. Nah, setelah saya pindah rumah, dan kali ini dapurnya didesain sama si Bi (suami saya yang interior desainer), saya suka-suka aja tuh nyuci piring. Sebenarnya alasannya simpel, di rumah mama sink-nya terlalu rendah dan tempat meletakkan piringnya di atas sink, jadi saya selalu basah tiap abis cuci piring. Di tempat tinggal yang sekarang tinggi sink-nya sesuai standar dan piringnya diletakkan di samping, jadi saya ga basah dan jadi lebih rajin cuci piring.

Perbedaannya sama Arsitek
Desainer interior lebih detail. Arsitek tentunya lebih berperan dalam nentuin flow di rumah itu, pencahayaan, dan sirkulasi udara. Kalau arsiteknya oke dan penghuni rumahnya cerdas dan artistik, sebenarnya ga perlu desainer interior. Tapi kadang, kalau beli rumah jadi, arsiteknya berpikirnya secara general, belum tentu cocok sama penghuninya. Atau sering juga rumahnya udah bagus-bagus dibuat arsitek, eh penempatan dan ukuran furniturnya kacau. Ini sih yang paling sayang.

Hayo tebak, yang mana yang desain saya dan yang mana yang desainnya si Bi? 

Hehehe, tulisannya panjang banget ya kayak kereta. Tapi moga-moga-moga ada manfaatnya. Kalau menurut kalian gimana hey teman-teman interior ku?

MORAL

- Perlukah desainer interior untuk rumah? Perlu dan ga perlu, tergantung kaya apa pemilik rumahnya.

- Desain dan dekorasi itu beda.

- Sini-sini yang merasa butuh, mau didesain-in? Hehehehe, becanda kok ini.

(Jawaban : kiri saya, kanan Bi)

22.7.13

Akhir Pekan: Bersepeda di Kota Tua

Nulis bahasa inggrisnya istirahat dulu ya. Lagi ga pengen mikir.

Jadi beberapa minggu yang lalu, saya dan Bi si suami jalan-jalan ke kota tua. Soalnya lagi bosen sama yang namanya mal. Dari tempat tinggal kami ke kota lumayan mudah, setengah jam saja dengan kereta.

Setelah jalan-jalan di Museum Bank Mandiri dan Museum  Bank Indonesia, saya dan Bi pergi ke Museum Fatahillah. Nah, di depannya ada banyak sepeda ontel yang disewakan beserta properti topi belanda. Hmm, tertarik, tapi masih agak panas. Sambil menunggu matahari mulai turun, kami jalan-jalan dulu di dalam museum.


"Berapa bang?" tanya si Bi setelah kami keluar dari museum.
"Kalau keliling-keling di lapangan sini aja setengah jam 15 ribu, kalau ke luar sepuasnya 40 ribu,"
"Boleh satu sepeda berdua apa harus satu-satu?" tanya saya
"Boleh neng goncengan"

Kami pun memutuskan untuk sewa satu sepeda keluar lapangan Fatahillah, rutenya : Toko merah - Jembatan Kota Intan - Museum Bahari - Pelabuhan Sunda Kelapa. Kita ga pake guide karena kata bapaknya tempatnya deket-deket plus ga tau juga kalo pake guide harus ngasih berapa lagi. haha.

Satu kata tentang jalan-jalan naik sepeda di rute itu : NGERI. Gimana ga serem, pertama karena ga ada jalur sepeda -- jadi naik sepedanya di jalan raya yang ramai, kedua, sepedanya ga punya kaca spion, dan ketiga jalanannya bukan jalan biasa yang isinya kebanyakan mobil tapi jalanan penuh truk, tronton, dan truk molen. Hiiii... Untung boncengan, kalo saya naik sendiri mah langsung puter balik ga jadi.

Tentunya kami ga lupa foto-foto, bukti kalau berhasil naik sepeda dengan tingkat kesulitan maksimum. 





Dua manusia kucel, setelah naik sepeda lumayan lama

Moral

- Kalau yang masih sayang sama nyawa mendingan ga usah naik sepeda keliling daerah kota tua. Kecuali kalau nanti pak Jokowi dan Ahok bikin jalan khusus sepeda yang aman. Tapi, kalau emang suka yang menantang maut monggo dicoba.

- Kalau penasaran banget pengen coba mungkin bisa pake guide, walaupun saya ga jamin guidenya bisa melindungi kalian dari truk-truk yang ukurannya 10x ukuran badannya. Hehe.

- Walaupun semua moralnya kesannya negatif, tapi saya sebenernya seneng-seneng aja kok jalan-jalan kali ini. Hehe. Walaupun ga mau lagi, tapi pengalaman pertama emang selalu seru kan. ;)

5.6.13

#8. Pematang Siantar - Toko Sedap

(My Travel Series)
August 2010
Day 3

Tomorrow morning we're going to go back to Jakarta, so today was our last day exploring north Sumatra. In our way back to Medan, we stopped at a vintage coffee shop named Toko Sedap. This place is popular for its custard apple jam or selai srikaya (in bahasa).

We ordered custard apple jam toasts with a cup of coffee. I didn't drink the coffee but according to people who drank it, the coffee tasted nice and very suitable with the toast. 


For me the taste of the toast was not special, but my mom loved it so much. She even brought some custard apple jam home. However, I always love to eat in a place with history. It made me imagine how was this place look like in its era. It wasn't so hard to imagine because I think they are never re-design the facade, interior, the cup or the dish.

When we ate the bread, some people around us ate noodles that look very tasty. My sister and I asked my mom's friend where to buy the noodles because Toko Sedap didn't sell any. 'The noodle is from that place,' she pointed a place near Toko Sedap,'but you are not allowed to eat that because it contains pork', she added. What a disappointing answer. I already imagined eating the noodle. 

Forget the noodles, it's time to go. With a crazy ride like taking the metromini in Jakarta, we arrived in Medan in short time. I felt dizzy and nauseous. I think this is how North Sumatra people drive.

Other Things That I found in my last day in North Sumatra

B1/B2 -- Along the way I saw many B1 / B2 sign. I tried to guess the meaning and failed. My mom's friend then told us B1 was for Biang (Dog in Batak Language) and B2 stands for Babi (Pig in Bahasa). Because most people in North Sumatra are not muslim, pig and dog are common food for them. Stop in any of this sign to try the dish if you want.

Durian -- Medan is popular for durian. Durian medan tastes a bit bitter than other durian's type. You are not allowed to bring durian in the plane because of its smell, but in medan they have a special packaging to reduce the smell. Pssst... don't tell airport officials it is a durian, just lie. Hehe

Tips and Conclusion

- If you like historical and vintage place, visiting Toko Sedap is a must.

- It is hard to find halal food around lake Toba and in the way from lake Toba to Medan. If you are muslim, you better do some research about it so you won't be starving.

- For people who love to eat pork and dog, this place is heaven.

- Durian shop in Medan open until mid-night. 


Previous    >> #7. Lake Toba - Fish Farm

4.6.13

#7. Lake Toba - Fish Farm

(My Travel Series)
August 2010
Day 3

The best thing about visiting a place with local friends is the unique experience we can get. In our third day, my family and I visited a fish farm in the lake Toba. The fish farm is belongs to my mom's friend who accompanies us in this trip. 

She told us about types of fishes they breed and the fishery business in lake Toba. Unfortunately, I wasn't remember any of it because I was too busy thinking about what will happen if I fell into the lake. When I was a kid, my mom told me that my grandpa went to the lake Toba and he saw a big mysterious creature like Nessy. She made me believe it might be true because lake Toba is an ancient lake and nobody really know what is inside. 






While I was focused on my walk and tried hard not to fall, my sister, Lala, somehow were able to took many lovely photos. Even though, I am not a big fan of walking in a floating deck, but I think this is a very unique experience and really worth to try. 

Tips and Conclusion

- If you want to try it, probably you can talk to the owner of this kind of places in the lake Toba. 

- The wave is bigger than it looks.


17.5.13

#6. Samosir Island - The Old Village

(My Travel Series)
August 2010
Day 2

I have been preoccupied with a lot of things lately and forget to continue my travel stories here. To refresh your memory this is my last post about my North Sumatra Trip and here the beginning of the story if you haven't read it yet. 

***

One of the places you have to visit in Samosir island is the old village. My family and I went there by a car. You supposed to pay some money to enter this place, but we didn't have to because my mom's friend is a local people and she had some contribution to this place.

Just like the name, this place is an outdoor museum about traditional village from the old days. There were eight different types of architecture from common people's houses to king's graves. In this place, according to the information board, there are Batak traditional dances which performed every day. Sadly, when we were here, we did not see the performance. Here the complete list of what you can see in the old village.


We did not meet anybody when we explored this area, not even a tourist guide. My Sister went inside the house and even climbed to the second floor of the house to play some percussion instrument which I did not know the name. I was not sure she was allowed to play it, but there were no 'don't touch' sign either.

The rice pounding houses.


Happy and sad totem expression.


The house of wooden puppet. The instrument up there is the one that my sister played.


The King's Grave. 


We finished exploring this place in about an hour and went back to the car. Then, we went around the island to have a quick look. Surprisingly, we saw many foreigner here, mostly walking down the street. Also, there were many hostels with free wi fi.

Time to get back to the main island. We went back to Tomok and took ferry to cross over . Bye bye Samosir! See you next time..

Tips and Conclusion.

- It is better to visit the old village with tourist guide because it was lacked of written information. It would be very interesting to hear the story about how people you used to life there and some folk tales. (Note for the museum manager: Adding some guides like the one in Ullen Sentalu, Jogjakarta would be perfect.)

- Samosir is a perfect place for people who love history and looking for serenity.

- There are many accommodation in the island if you want to stay here more than one day.

- I personally think when you visit north Sumatera, go to Samosir is a must.


*photos by Lala, edited by me


Next      >> #7. Lake Toba - Fish Farm
Previous >> #5. Samosir Island - Tomb of Sidabutar Kings and Sigale-gale

1.5.13

Negeri Dongeng Belanda

{This post along with two previous posts are specially written for Kompetiblog 2013. It might be different from my usual posts}


Saya tersenyum ketika pertama kali membaca sebuah artikel di Internet yang berjudul Living in a Dutch Fantasy Land..” Sang penulis James D Schwarts bercerita tentang hal-hal menyenangkan yang dijumpainya di Belanda, mulai dari penduduk yang murah senyum, jalur khusus sepeda dimana-mana, dan pengendara mobil yang berhati-hati terhadap para pengendara sepeda.

“Instead of horns, I hear bells. Instead of exhaust fumes, I’m breathing in fresh, clean air – and when I arrive at my destination, there are thousands of bicycle parking spaces – mostly full, “ tulisnya.

“Just like a maximum performance carbon fiber racing bicycle can make you push yourself harder, a Dutch-style bike can help you relax a little bit.”

Saya sungguh iri, tampaknya menyenangkan bisa menggunakan sepeda sebagai transportasi sehari-hari dan bukan hanya untuk olah raga atau rekreasi.

Sepeda digunakan untuk pergi bekerja, sekolah, berbelanja, dan segala keperluan lain.

Bahan baku andalan Belanda sebenarnya hanya satu, infrastruktur bersepeda. Dengan desain yang baik, para pengendera sepeda merasa aman, nyaman, sehat, hemat, dan bisa cepat sampai ke tujuan. Inilah kisah bagaimana Belanda mendapatkan jalur sepeda mereka.


Pahlawan Negeri Dongeng Belanda
Alkisah, paska perang dunia ke dua, Belanda semakin maju. Jalan-jalan diperluas untuk menampung jumlah mobil yang meningkat tajam. Jalanan menjadi tidak bersahabat. Ratusan anak meninggal dunia akibat tertabrak mobil.

Awal tahun 1970an, muncullah jagoan pertama Belanda, organisasi Stop the Child Murderer. Organisasi ini menuntut pemerintah untuk menciptakan jalanan yang lebih aman.

Salah satu unjuk rasa Stop the Child Murderer.
(sumber: Icc)

Di saat yang sama, seorang pionir dalam bidang transportasi, Joost Vahl menciptakan Woonerf, desain jalan yang terbagi-bagi untuk pejalan kaki, sepeda, dan kendaraan bermotor. 

Organisasi Stop the Child Murderer kemudian menggandeng Steven Schepel, yang sebelumnya bekerja untuk Joost Vahl. Schepel kemudian diangkat menjadi ketua organisasi tersebut dan membawa pembagian jalan sebagai solusi. “One of the important things was that came with feasible ideas. We not only made noise at the right moment, but we demonstrated that it would possible to make streets better places,” ujarnya.

Demonstrasi besar-besaran terus dilakukan dan akhirnya berhasil didengar oleh pemerintah Belanda. Desain jalan pun kemudian diubah.

Demo pembuatan jalur sepeda di Amsterdam, 1980.
(sumber: bicycle dutch)

Desain Impian
Jalur sepeda di Belanda berhasil dibuat di penjuru negeri. Desain perempatan jalan juga ikut berubah. Seperti sihir, perempatan jalan kini menjadi aman untuk para pengendara sepeda. Desain terebut menjadi pelopor yang kini ingin diikuti oleh berbagai negeri lainnya.   

Tipikal desain jalan di Belanda.
(sumber: altaplanning)

Desain perempatan yang aman bagi pengendara sepeda. 
Salah satu fitur terpenting adalah ‘pulau’ di sudut-sudutnya.
(sumber: wiki)


Aneka gedung parkir sepeda dibangun. Beberapa didesain dengan cantik. Ada pula jembatan khusus untuk para pengendara sepeda yang baru saja dibangun dekat Eindhoven dan jalan bebas hambatan khusus sepeda.

Para pengendara juga tak perlu takut tersesat karena petunjuk jalan untuk pengendara sepeda ada dimana-mana. Juga ada tempat sampah khusus untuk para pengayuh kendaraan roda dua ini.

Atas: Tempat sampah dan jembatan khusus pengendara sepeda.
Bawah: Dua desain gedung parkir sepeda. Desain di kanan sengaja dibuat seperti apel.
Hihi, jadi ingat apel Snow White.


Dongeng tentang negeri sepeda impian tidak berhenti di sini. Berbagai rencana untuk membuatnya lebih baik terus dilakukan. Selain berencana untuk menambah jumlah tempat parkir, pemerintah juga ingin membuat jalan sepeda dengan penghangat di bawahnya untuk musim dingin. 

Kami Juga Ingin
Dalam hal bersepeda, negeri kincir ini mungkin tak berniat jadi pionir, mereka hanya ingin hidup dengan lebih baik. Namun, siapa yang tidak iri melihat ada kota modern berudara bersih dan nyaman untuk bersepeda, tampak tidak nyata seperti di Negeri dongeng. 



Referensi Lain

Perahu Nuh Belanda


{This post along with a previous and a next posts are specially written for Kompetiblog 2013. It might be different from my usual posts}


Yang pernah belajar geografi pasti tau bahwa dua pertiga wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut dan karena itulah Belanda paling siaga tentang air. Kekhawatiran akan masuknya air laut ke daratan kini tidak hanya punya Belanda. Jika global warming benar-benar terjadi dan air laut naik, semua Negara di dunia akan mengalami masalah yang sama dengan negeri kincir ini.

Ketika Negara lain masih ragu dan berdebat untuk membuat pertahanan terhadap air laut, Belanda sudah mengeluarkan biaya banyak dan telah membuat rencana menghadapi pemanasan global untuk 200 tahun ke depan.

Usaha Belanda antara lain mempertinggi bendungan, reklamasi pantai, dan membuat kincir angin. Tapi, usaha untuk menahan dan memompa air kembali ke laut tidak selamanya bisa dilakukan kalau air laut terus naik. Belanda pun mulai berfikir untuk membiarkan sebagian air masuk, misalnya dengan mengorbankan daerah di bantaran sungai dan membuat semuanya serba mengapung.

Serba Mengapung
Salah satu yang sudah dibuat adalah rumah amfibi karya perusahaan konstruksi Dura Vermeer. Rumah ini dibangun di tanah, namun mengapung ketika air sungai naik. Ada juga komplek perumahan mengapung di Ijburg karya biro arsitek Marlies Rohmer. Berbeda dengan rumah amfibi, perumahan ini sepenuhnya dibangun di atas air dan dapat diakses dengan kapal. Selain itu ada juga paviliun mengapung karya perusahaan Deltasync yang merupaka prototype untuk proyek besar mereka: kota di atas air.

Rumah amfibi di Maasbommel, Belanda karya perusahaan konstruksi Dura Vermeer. 
Dibangun tahun 2003-2006.


Tujuh puluh lima rumah mengapung karya biro arsitek Marlies Rohmer 
dengan akses jalan di bagian belakang dan akses untuk kapal di bagian depan.
(©Marcel van der Burg via Arcdaily)

Floating pavilion di Rotterdam karya Deltasync.
(sumber: urbanomnibus, eureka)

Selain bangunan, Belanda juga membuat bus amfibi yang dinamakan Floating Dutchman. Saat ini digunakan sebagai bus wisata untuk melintasi kanal-kanal di Amsterdam.

Floating Dutchman

Tak berhenti di sana, ada banyak proyek lain yang masih dalam tahap rancangan. Misalnya pembuatan airport, pantai buatan, dan juga taman mengapung.




Dari Belanda untuk Dunia
Selain di negaranya sendiri, Belanda juga ingin menyebarkan ‘gaya’ mengapung ke Negara-negara lain. Salah satu yang telah dibuat adalah pemecah ombak mengapung di Yunani.

Teknologi pemecah ombak mengapung buatan insinyur belanda di Yunani tahun 2004.
(sumber: fdn-engineering)

Juga ada beberapa rancangan yang belum direalisasikan, misalnya lapangan golf mengapung di Maldives dan floating hotel di Norway oleh perusahaan Dutch Dockland. 

Rancangan floating hotel dan golf court karya Dutch Dockland.
(sumber: dutch dockland)

Tak hanya yang sifatnya komersial, ada juga proyek yang bersifat sosial. Contohnya desain kampung mengapung untuk daerah kumuh di Banglades oleh Waterstudio. Rancangan ini akan segera direalisasikan. Selain itu ada juga sekolah mengapung di Nigeria, yang merupakan kolaborasi desainer Nigeria dan Belanda.

Desain Waterstudio untuk memperbaiki kehidupan perkampungan kumuh di Korail, Bangladesh.
(sumber: water studio)

Sekolah mengapung kolaborasi arsitek Nigeria dan Belanda di Makoko, Nigeria.
(sumber: architizer)

Paling Siap
Teknologi floating inilah yang merupakan ‘Bahtera Nuh Belanda’. Di kala air laut naik dan semua negara kesulitan hidup dengan normal, Belanda telah beradaptasi dan bersahabat dengan air. Saat negara lain belum berbuat apa-apa untuk menahan masuknya air, Belanda sudah loncat ke langkah berikutnya. 

Dalam menghadapi pemanasan global ini, Belanda adalah pionir yang mau tak mau harus diikuti oleh negara lain jika ingin bertahan. 

Negara tulip ini bahkan telah menawarkan bantuan ke Indonesia untuk penanggulangan global warming. Di saat air laut naik, Indonesia menjadi salah satu negara paling beresiko. Selain karena negara kita belum siap, juga karena kurangnya dana untuk membuat infrastruktur yang diperlukan.

“Even if other countries start to build the dam today, it will be too late. Dutch is the only one who prepared,” begitu kata sebuah acara televisi luar tentang global warming yang saya tonton beberapa tahun lalu. “O..O…,” pikir saya waktu itu.


Referensi
Iol, Times, BBC

Tulip Belanda: Suntikan Ide Para Pionir


{This post along with two next posts are specially written for Kompetiblog 2013. It might be different from my usual posts}


Dengar kata tulip pasti langsung terbayang Belanda. Bunga warna-warni ini memang sudah jadi ikon tersendiri. ‘Tulip sama dengan belanda’, anggapan yang sederhana tapi sebenarnya tidak.

Setuju dengan quotes dari film Inception, “No idea is simple when you need to plant it in somebody else’s mind.” Lebih susah kalau ide itu ditanam di benak seluruh orang di dunia. Sukses menanamkan ide bahwa tulip adalah Belanda merupakan bukti keberhasilan para pionir asal Negeri kincir angin.

Poster dan logo Belanda dari tahun 1859, 1948, dan saat ini yang menampilkan gambar tulip


Sekilas tentang sejarahnya, tulip bukanlah tumbuhan asli Belanda. Awalnya tumbuh disekitar laut hitam, Rusia dan kemudian dibawa ke Turki. Di Turki, bunga ini mulai dikembangkan sebelum akhirnya diperkenalkan ke Belanda.

Tahun 1593, Carolus Clusius, seorang ahli botani, menjadi orang belanda pertama yang menanam tulip di negaranya. Tak sekedar menanam, Ia juga melakukan percobaan untuk membuat variasi warna pada tulip. Ia berhasil membuat tulip dengan warna-warna baru, orang-orang pun tertarik. Karena tidak ingin membuat bunga tersebut diperjual-belikan, Clusius menolak untuk menjual tulip miliknya.

Beberapa orang kemudian nekad mencuri tulip Clusius. Akibat pencurian tersebut, perdagangan tulip sempat menimbulkan krisis ekonomi ‘Tulipmania’ di Belanda. Tapi pencurian ini juga yang kemungkinan besar menjadi cikal-bakal berkembangannya industri florikultura Belanda saat ini. 

Lukisan Carolus Clusius oleh Jacob de Monte, 1585 dan Hortus Botanicus Leiden – tempat Clusius menanam tulip-tulipnya. Merupakan taman botani paling tua di Belanda.

Sejak saat itu hingga kini, lebih dari empat ratus tahun kemudian, penduduk belanda terus berinovasi agar tulip mereka lebih unggul sehingga bisa memperkenalkannya sebagai bunga khas Belanda.

Salah satunya Keukenhof, taman bunga terbesar di dunia yang hanya dibuka dua bulan dalam setahun. Digagas pertama kali tahun 1949 oleh walikota  Lisse dan para penghasil serta eksporter bunga. Tujuannya memperkenalkan dan menjual komuditas utama mereka, bunga tulip. Pameran bunga tahunan ini sukses dikunjungi ratusan ribu wisatawan asing dan menjadi salah satu tempat tujuan wisata utama di Belanda.

Poster Keukenhof 1957 dan kecantikan pemandangannya.

Tak hanya di dalam negeri, orang Belanda atau keturunan Belanda yang tinggal di Negara lain juga turut memperkenalkan bunga kebanggaan mereka. Mereka menginspirasi diadakannya beberapa festival tulip tahunan di Kanada dan beberapa Negara bagian Amerika seperti Albany, Michigan, Iowa, dan Washington.

Festival tulip di Kanada dan Michigan, Amerika.

Belanda merupakan Negara penghasil dan pengekspor bunga terbesar di dunia. Delapan puluh persen bunga tulip diekspor dari Belanda. Negara ini mampu memproduksi bunga dalam jumlah besar berkat penelitian berkelanjutan dan teknologi rumah kaca (greenhouse) yang terdepan.

Perkebunan tulip di musim semi. Super cantik! 
Belanda menghasilkan lebih dari 9 juta bunga tulip setiap tahunnya. 
(sumber: dailymail)

Belanda juga mampu mengirim dalam waktu cepat. Teknologi pengiriman barang di sana sangat efisien.  Negara di Eropa ini mampu mengirim bunga yang dipetik hari itu sampai ke New York pada hari yang sama. Keberhasilan ini tentu karena adanya Aalsmeer Flower Auction. Di sinilah setiap hari, harga bunga dunia ditentukan.

Suasana Flower Auction di Aalsmeer. Wisatawan boleh datang dan menonton dengan membeli tiket masuk.

Promosi yang dilakukan oleh Holland Flower Council turut memegang peranan penting. Mereka mendorong penduduk Negara lain untuk terbiasa menggunakan bunga sebagai hadiah, dekorasi acara khusus, ataupun sehari-hari, seperti layaknya gaya hidup orang Eropa.  Mereka juga gencar menjaga image tulip belanda sebagai yang terbaik.

Tulip sebagai dekorasi sehari-hari, dekorasi pesta, buket pernikahan, dan hadiah. Usaha untuk menciptakan image membuat Belanda lebih unggul dibandingankan kompetitornya seperti Israel.

Kontribusi mereka-meraka inilah yang membuat Belanda diakui dunia sebagai pionir florikultura khususnya tulip. Pionir tidak selalu berarti yang pertama punya, tapi siapa yang pertama melihat peluang dan tidak berenti mengembangkannya. 

Belanda berhasil maju berkat kesuksesannya menyuntikan ide tentang tulip. Sebaiknya Indonesia meng-inception apa ya ke penduduk dunia supaya ikut berhasil?

Referensi
1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8 / 9 /10