14.12.12

Saat Saya Susah Bangun Pagi

Beberapa bulan ini saya susah bangun pagi. "Kamu tidurnya kemaleman si," kata suami saya yang udah bosen denger saya ngeluh setiap bangun kesiangan (baca: setiap hari). "Ok, malem ini aku tidur jam 9!" Jawab saya setiap dia bilang begitu.

Malam hari. Saya ingat kalau saya mau tidur cepat. Jam 9 masih terlalu dini, akhirnya saya baru beranjak ke tempat tidur jam 10. Tidurpun ga dengan tangan kosong, tapi disenjatai alarm dan hp ber-alarm yang saya taruh di sebelah tempat tidur. Ga lupa baca doa yang salah satu isinya adalah supaya saya besok bisa bangun pagi. 

Berhasil? Tentu saja tidak. Kalau berhasil saya ga bakalan nulis di sini. Gagal karena saya selalu merasa belum ngantuk dan baru ketiduran saat sudah malam. Ah. Saya pun mulai bertanya-tanya. Waktu di Bandung dulu saya mudah sekali tidur cepat dan bangun pagi. Mengapa oh mengapa.

Akhirnya pagi ini entah kenapa saya berinisiatif untuk bertanya pada yang banyak tau, sebut saja namanya google. Banyak sumber bilang caranya ya harus tidur cepet. "Yeiii itu sih saya juga tau tapi ga berhasil," cibir saya dalam hati. Iya, saya emang anaknya suka gitu. 

Tapii... lalu saya nemu satu artikel wolipop yang bilang begini: 

"Kurang kena sinar matahari akan membuat seseorang tidur lebih larut, tidak cukup tidur dan akhirnya merasa malas," ujar Dr Mariana Figueiro dari the Rensselaer Polytechnic Institute Lingting Research Centre, New York seperti dilansir dari detikhealth.

Artikelnya lumayan panjang, intinya, terlalu banyak di ruang tertutup dan ga mendapat sinar matahari pagi membuat jam biologis seseorang jadi terganggu. Gejala ini namanya 'teenage night owl syndrome' karena lebih banyak dialami remaja. 

Hore saya senang. Walaupun saya belum melakukan apapun supaya saya lebih banyak kena matahari di apartemen yang penuh gedung ini, paling ngga saya udah tau penyebabnya. 

"Kalau gitu aku pake kostum kaktus aja ya, terus tiap pagi berjemur di luar," kata saya, tentu saja dengan maksud bercanda

"Loh ya malah ga kena matahari kalau pakai kostum, gimana sih kamu," yang ternyata ditanggepi serius sama si suami. Hehe. 

Image by Nadyabird

Moral

- Kalau mau baca artikel lengkap tentang teenage night owl syndrome, silahkan lihat di sini

-Yuk sering-sering kena matahari! *ngajak-ngajak

1 komentar: