25.10.12

Book Review: Miss Peregrine's Home for Peculiar Children

A mysterious island. An abandoned orphanage. A strange collection of very curious photographs. Fiction is based on real black and white photographs. The death of grandfather Abe sends sixteen-year-old Jacob journeying to a remote island off the coast of Wales, where he discovers the crumbling ruins of Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children, and explores abandoned bedrooms and hallways. The children may still live. (Goodreads)


picture from here

Yes, the cover looks creepy. Yes, there are many real vintage photographs inside that makes you scare. But other than that, there is no reason to be scared when you read this book.

It took me quiet long time to finish it, mostly because I am too afraid to read it alone. But after I finished it, I feel stupid. It is a children story or maybe teen story. Not too disappointed, because the story is quiet interesting and unpredictable but it is so far from what I expected.

If you want to read it just don't expect anything as creepy as the cover and you'll enjoy it I believe.

8.10.12

Book Review: Pattern Cutting Primer

Buku bulan September saya agak beda dari biasanya, Pattern Cutting Primer. Saya beli tentu karena saat itu lagi semangat-semangatnya menjahit. Sepertinya seru banyak gambar-gambar pola dan layout dalamnya rapi dan sederhana. Saya langsung beli begitu lihat penerbitnya page one, salah satu penerbit buku-buku interior yang saya suka.

Kegembiraan saya tentang buku ini ternyata berhenti di situ saja. Selain memakai banyak istilah tentang jahit menjahit yang saya ga familiar, ilustrasinya pun agak kurang jelas. Pola yang ada tidak dilengkapi gambar pakaian jadinya, saya ga kebayang nantinya akan seperti apa.

Picture from here

Moral
- Buku ini si tidak saya rekomendasikan bagi yang baru belajar jahit. Kalau untuk yang jago juga sepertinya kurang cocok. Jadi saya ga tau sih buku ini sebenernya buat siapa. hehe

- Tentang masalah bahasa yang kurang dimengerti, kemungkinan besar karena kemampuan bahasa inggris saya yang kurang. Kalau kamu merasa jago mungkin buku ini bisa berguna.

5.10.12

#3. SG Trip - Pameran Tetap National Museum of Singapore

(My Travel Series)
__________
Senin, 25-1-2010
Singapore Museums Trip 
Day 1

(Please note that this trip happened in 2010, there are probably some changes in the museum now)
Tulisan sebelumnya>> #2. SG Trip- National Museum of Singapore

Seperti namanya, inti dari museum ini adalah tentang Singapura. Karena itu, seluruh pameran tetapnya adalah tentang negara tetangga tersebut. Terbagi dalam beberapa ruang yang urutannya bebas dipilih. Ada dua tema besar, yakni Singapore History Gallery dan Singapore Living Galleries (terdiri dari Film&Wayang, Photography, Food, dan Fashion).

Singapore Living Galleries
Singapore Living Galleries terdiri empat buah ruang dengan pintu masuk yang berbeda-beda sesuai tema. Sebenarnya, benda pamernya sendiri tidak terlalu unik karena ga jauh beda sama Indonesia. Malahan menurut saya, kebudayaan Indonesia jauh lebih menarik. Hebatnya, desain tata pamer museum ini bikin sesuatu yang biasa jadi ga biasa. Selain desainnya yang beda-beda, pameran di sini dibuat seinteraktif mungkin, jadi kita ga hanya pake mata aja, tapi juga telinga dan bahkan hidung.

Singapore Living Gallery-Food 




Pencahayaannya bikin suasa ruang tampil beda. Belum lagi ada suara-suara 
pendukung dari speaker.

Display interaktif yang dilengkapi huruf braille.
 Hebat ya, kaum disabel pun ikut dipikirin.


Ada dua ruang, ini ruang pertama, isinya tentang bakul dan gerobak kaki lima. 
Ruang berikutnya tentang bumbu-bumbu.


Cetakan kue jaman dulu. Display-nya simple tapi bagus, saya suka.

 
Bahkan sepeda buat jualan yang biasa banget ini 
bisa tampil menarik ya. 


Ruang kedua, salah satu ruang favorit saya.

Ruang tentang macam-macam rempah-rempah.
Display-nya super menarik.

Pengunjung bisa mencium bau berbagai rempah lewat alat ini. Kreatif ya, memaksimalkan semua indra.

Kalau mau mencium, tarik cincin di bagian bawah corong. 
Di bawahnya ada toples kaca berisi rempah. Alat ini tentu dilengkapi huruf braille. 

 Salah satu contoh penjelasannya. 


Singapore Living Gallery- Photography

 

Foto-foto zaman dulu dengan bingkai modern. 

Untuk masuk ruang ini entah kenapa ada gardu kecil seperti di stasiun
 untuk masukin tiket. 

Ruang di balik foto-foto, aslinya gelap banget. 
Saya dan si ade ga berani masuk. Hehe.


Singapore Living Gallery- Film&Wayang
Di sini cahayanya sangat redup, jadi susah untuk foto-foto. Sengaja dibuat redup untuk ngebangun ambiance karena di sini diputar lagu-lagu jaman dulu. Serasa di dunia lain. hehe. 


Ruangannya remang-remang dan serba merah, yang ini untuk nonton video

Pernak- pernik wayang di display dalam peti-peti kecil yang 
disebar di tengah ruangan.

Salah satu contoh properti wayang


Singapore Living Gallery- Fashion


Display baju melayang. Like it!

Ruang favorit saya setelah ruang bumbu. 
Kain-kainnya di tata sesuai warna, cantik banget.




Singapore History Gallery

Bagian ini, sesuai dengan namanya, menceritakan sejarah Singapore. Konsepnya mirip dengan Hong Kong Museum of History , bedanya, saat masuk pengunjung masing-masing diberi satu head set dan sejenis music player dengan tombol-tombol angka. Alat ini berfungsi sebagai tour guide pribadi. 

Di setiap bagian di dalam museum terdapat angka-angka, nah ketika melihat angka itu, saatnya menekan tombol di music player. Kemudian dari head set akan terdengar cerita dan penjelasan tentang ruang tempat kita berada. Kalau tertarik silahkan dengarkan sampai habis, kalau tidak, silahkan lanjut ke tempat berikutnya.

Saya suka sekali dengan bagian museum ini terutama dengan teknologi guide pribadinya. Ini cuplikan foto-foto di dalam sana.





Adik saya dengan head set dan si guide pribadi


Cerita kali ini panjang sekali ya. Untuk moral, tips, dan cerita tentang pameran temporer yang saya lihat, ada di postingan berikutnya ya. Ciao!


Selanjutnya  >> #4. SG Trip - National Museum of Singapore (Last Part)
Sebelumnya >> #2. SG Trip - National Museum of Singapore (First Part)

3.10.12

#2. SG Trip - National Museum of Singapore

(My Travel Series)
__________
Senin, 25-1-2010
Singapore Museums Trip
Day 1



(Please note that this trip happened in 2010, there are probably some changes in the museum now)
Ini adalah tujuan kedua saya dan si ade setelah sebelumnya mampir ke Mint Museum of Toys. Ini pertama kalinya saya ke museum ini. Pengetahuan saya saat itu hanya sebatas nama museum dan alamatnya.

Di luar dugaan saya, National Museum of Singapore besar sekali. Saya sampai terkagum-kagum saat berkeliling pameran tetap dan temporer yang sedang diadakan. Sampai saat ini, National Museum of Singapore masih merupakan museum paling bagus yang pernah saya kunjungi. (Semoga saya bisa mengunjungi museum-museum lain yang jauh lebih bagus di belahan dunia lain, amin).

Karena begitu besarnya, kami punya sangat banyak foto di museum ini. Begitu juga dengan informasi dan cerita yang bisa disampaikan, jadi khusus untuk National Museum of Singapore cerita dan fotonya akan saya bagi dalam tiga post yang terpisah: introduksi, pameran permanen, dan pameran temporer.

Arsitektural
Bangunan museum ini sama menariknya dengan materi pamernya. Setiap sudutnya fotogenic!


Ini bukan saya, ini ade saya di depan museum


Cahayanya oke buat foto-foto. 
Kata teman-teman saya, foto yang sebelah kanan itu palsu, ditempel pakai photoshop katanya. 

Bagian yang seperti tabung kaca adalah Singapore History Gallery

Detail kesukaan saya, chandelier merah yang berayun-ayun ke kanan-kiri. 
Ayunannya berubah setiap beberapa waktu.

Ceiling khas bangunan kolonial

Untuk pameran yang ada di dalamnya dan moral dari cerita kali ini, tunggu tulisan berikutnya ya. Ciao!


Selanjutnya  >> #3. SG Trip - Pameran Tetap National Museum of Singapore
Sebelumnya >> #1. SG Trip - Mint Museum of Toys