19.9.12

Solo - Minggu Pagi

Cerita ini mungkin ga terlalu penting, hanya sambungan dari tulisan terdahulu Solo, Malam Minggu. Maklumlah, saya penggemar berat film Before Sunrise dan Before Sunset, jadi saya juga pengen nulis dengan judul yang serupa tapi tak sama tapi berkesinambungan.

Minggu pagi saya masih punya waktu untuk jalan-jalan di Solo. Pesawat ke Jakarta masih jam 12 siang. Ga punya ide mau kemana, juga ga berhasil menemukan inspirasi walaupun udah browsing-browsing.

Selesai sarapan soto ayam, saya dan rekan perjalanan (sebut saja nama nya si W) akhirnya memutuskan untuk pergi ke Keraton saja. Ternyata kami masih kepagian, 'keratonnya belum buka' kata pak tukang becak, yang kemudian menawarkan kami untuk keliling-keliling naik becak dulu.

Keliling naik becak
Dua puluh ribu rupiah biayanya. Saya sih senang-senang saja keliling-keliling di kota orang. Sambil foto-foto seadanya. Bikin saya jadi pengen beli kamera 'beneran' supaya fotonya lebih bagus.

Rute naik becaknya: keraton - gerbong pendamping kereta jenazah - kebo bule untuk malam satu suro - kereta Jenazah - kampung wisata - keraton. Ini fotonya sesuai urutan.







*Setelah keliling-keliling kami ga jadi masuk keraton karena mau langsung ke bandara saja.

Moral
- Saya lebih suka keraton ini dari pada keraton Jogja, walaupun bentuknya mirip karena salah satu arsitek utamanya sama. Lebih suka karena warna putih-biru adalah favorit saya. Haha. 


Previous >> Solo - Malam Minggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar