25.9.11

Pidi Baiq

Hari minggu. Pengennya leyeh-leyeh karena besok sudah kerja lagi. Karena indovision saya dibajak TVRI (baca: semua channel berubah jadi TVRI) akhirnya saya nonton TV biasa. TV lokal maksudnya. Jadilah saya nonton stand up comedy di kompas TV. Bukan karena saya kerja di kompas gramedia, tapi karena ade saya yang pilih channel-nya. Ga tau kenapa saya ga ketawa. Entah karena selera humor saya yang rendah atau emang mereka ga lucu. Tapi kakak adek saya juga ga ketawa, jadi mungkin kesalahannya ada pada si acara TV.

Padahal siang ini saya lagi pengen ketawa. Karena gagal, saya kecewa, tapi ga berat si. Tiba-tiba saya inget sama Pidi Baiq. Iya, Pidi Baiq si penulis buku drunken monster dan teman-temannya. Jadi saya buka blognya. This is it! *ngomong ala chef Farah Quin

Singkat cerita, saya baca dan berhasil ketawa. Bukan cuma ketawa, tapi jadi sadar kalau saya ini terlalu serius. Terlalu serius sama hidup. Padahal menurut Al-Quran aja hidup di dunia ini adalah senda gurau. Selain terlalu serius kayaknya saya ini juga terlalu normal, padahal kayaknya seru juga jadi orang aneh kayak Pidi Baiq. Walaupun setiap baca ceritanya saya suka ragu akan kebenarannya. Tapi karena kata pak guru agama kita gak boleh suudzon, ya sudah saya pilih untuk percaya saja.

Sekian tulisan saya kali ini. Mungkin ga ada fungsinya buat kamu, mungkin juga ada, tapi semoga ada. Yang jelas saya senang bisa nulis suka-suka pake bahasa ngaco-ngaco tanpa takut diedit sama editor, atau takut menyesatkan pembaca. Oiya, kalau kamu gatau apa itu buku drunken monster dan kawan-kawannya ini saya kasih fotonya.