20.12.10

My Cactus Tale

Kalo kamu kira melihara kaktus itu mudah berarti kamu salah. Kalau kamu kira merawat tanaman cukup dengan sejuta kasih sayang, berarti kamu salah (lagi). Ini cerita pendek tentang kaktus-kaktus kesayangan saya yang sudah pergi mendahului kita semua. :( he he.

#1 (no name)
Kaktus pertama yang saya beli bareng ade saya. Ga punya nama karena kreativitas saya jaman itu masih kurang (jaman SMA). Dengan penuh kasih sayang, kami (saya dan ade saya) menyiram si kaktus seminggu sekali sesuai dengan petunjuk penjualnya. Kami taruh si kaktus di teras dimana sinar matahari melimpah. Tapi ternyata itu adalah pedang bermata dua. hehe. suatu hari si no name meninggal. huaaaa.... Penyebabnya adalah tampias. Si kaktus terkena banyak air hujan sampai akhirnya busuk kebanyakan air. :(


#2 Prego Pendente, panggilan: Prego
Kaktus kedua saya. Prego artinya sama-sama, Pendente berarti Miring. Bahasa itali. Kali ini Prego ga tinggal di teras melainkan di jendela kamar kosan saya di Bandung. Selama saya rawat dia sehat-sehat saja. Sampai suatu liburan panjang saya pulang ke ibu kota membawa Prego, karena kasihan kalau ditinggal di Bandung. Salahnya, saya males bawa pulang lagi ke Bandung, jadi saya titipkan dulu sementara ke mama saya. "ma, jangan ditaro di teras yang kena ujan ya, nanti mati" pesan saya. Belajar dari kasus sebelumnya.

Suatu hari ketika saya pulang lagi ke Jakarta saya baru tau kalo Prego sudah mati :( Usut punya usut (lebay) ternyata Prego disiram sama si mbak setiap hari. Lagi-lagi kebanyakan air dan mati. Ah, saya lupa bilang kalo harusnya disiram seminggu sekali.


#3 Papoy
Ini kaktus terbaru saya. Dari kemaren-kemaren udah berniat memperkenalkan dia di blog ini. Cuma saya tunda-tunda dan dia keburu mati. 

Karena kasus Prego saya memutuskan untuk mengurus Papoy seorang diri, tanpa bantuan si mbak. Saya siram seminggu sekali, saya jauhkan dari teras yang berpotensi tampias. Logikanya Papoy bisa berumur panjang. Tapiiii.... suatu hari setelah saya menyiram Papoy di kamar mandi saya iseng masukin dia ke dalam vas di dalam rumah, tepat di depan pintu depan. Seminggu kemudian saya mau menyiram Papoy lagi, tapi dia ternyata sudah mati. Saya baru sadar di spot itu ga ada sinar matahari. Pantesan dia mati. :( Please forgive me Papoy...



Tips merawat kaktus (moral dari cerita ini):
1. Siram 1x seminggu. 
2. Jauhkan dari area yang terkena air hujan
3. Taruh di tempat yang terkena sinar matahari

P.S. Semoga kaktus saya berikutnya bisa hidup lebih lama. hehe. 

*blogspotnya lg error ga bisa kasih foto :( 

8.12.10

My Favorite Blogs

These are two of my favorite blogs.

1. My Milk Toof - www.mymilktoof.blogspot.com

Let me introduce you to Ickle and Lardee the milk toofs...








2. They Draw and Cook - www.theydrawandcook.com

Super creative recipes. Enak ga ya kalo dimasak beneran..






Lucu ya... Thanks to L (adek saya) dan S (temen kuliah/temen kp/kolega saya) yang berjasa dalam menemukan dan menunjukannya pada saya. :D

12.10.10

Mahatma Gandhi once said



There is nothing that wastes the body like worry, and one who has any faith in God should be ashamed to worry about anything whatsoever. 




* I think I worried too much about life. I have to remember God more and try to relax.

5.10.10

Kunci Zuhud. Apa itu?

Apa itu zuhud? saya juga ga tahu. Yang saya tau di rumah saya, diantara foto-foto keluarga di atas rak, ada kertas berbingkai berisi sepaket kalimat. Judulnya Kunci Zuhud. Ini isinya

(dimulai dengan basmallah dalam tulisan arab)

Aku tahu, rizkiku tak mungkin 
diambil orang lain
Karenanya, hatiku tenang

Aku tahu, amal-amalku tak
mungkin dilakukan orang lain
Maka, aku sibukkan diriku untuk beramal

Aku tahu, Allah selalu melihatku,
Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan
maksiat

Aku tahu, kematian menantiku,
Maka, kupersiapkan bekal untuk 
berjumpa dengan Rabbku

(Hasan al-Basri)


Walaupun saya ga tahu apa itu zuhud, dan saya pun ga tau siapa itu Hasan al-Basri, saya percaya kalo siapapun yang bikin kalimat-kalimat ini, siapapun yang mengetik dan membingkainya, siapapun yang memberikannya ke mama/papa saya, dan siapapun yang majang ini di rumah saya, pasti punya niat yang baik. Siapapun kalian, terima kasih sudah diingatkan. :) Have a nice life!

3.10.10

Me Time

Barusan saya nonton film You've Got Mail di TV. Sendirian. Ditemani suara hujan deras dan udara dingin karena di luar memang hujan deras. You've Got Mail --Film yang entah kenapa ga pernah saya tonton tanpa sebab yang jelas. Saya super suka film-film komedi romantis (yang mungkin lebih cocok disebut film-film roman picisan)

Ok, masuk ke inti cerita (karena bukan film ini inti ceritanya). Saya jadi ingat betapa sukanya saya nonton film bagus (apapun jenisnya), sendirian, di sofa, di tengah hujan, dan ditemani secangkir hot chocolate. Selalu membuat saya tersenyum saat dan setelah selesai menonton.

Hal sangat sederhana yang bisa membawa banyak kebahagiaan untuk diri sendiri.

dan saya percaya, kalau setiap orang pasti juga punya hal-hal sederhana yang bisa membuat mereka senang. What's yours?

28.9.10

Omegle

Karena pengen melatih bahasa inggris, kemarin saya masuk ke dunia omegle - website untuk chatting sama stranger, tanpa bisa pilih nama ataupun lawan bicaranya. (Ya cocoklah ya buat orang-orang yang ga bisa buat keputusan kayak saya.) Walaupun pada akhirnya saya ga tau apakah ada gunanya dalam melatih bahasa inggris atau ngga. Haha.




Ya, jadi ngobrol-ngobrollah saya dengan orang-orang random dari seluruh dunia. These are some people I met and remember :

American Teenage Boy - Sweet American Teenage Girl - Odd guy from Israel - Religious Australian Guy - Unique guy from Glasgow
  

22.9.10

Jalan.Jalan.Sore

Saya kangen jalan kaki. Berhubung saya butuh beli notes dan majalah, jadi saya pun memutuskan untuk jalan kaki ke mal terdekat yakni Cinere Mal. Saya ga tau jaraknya berapa persisnya kalo dari rumah saya, cuma kalo naik mobil kira-kira 5-7 menit. Tas, ipod, dompet, payung, yak semua siap. Ayo berangkat! (kesannya mau berkelana ke negeri antah berantah)

Saya menikmati jalan-jalan sore solo kali ini. Meskipun sudah lebih dari 19 tahun tinggal di sini saya belum pernah sekalipun jalan kaki ke Cinere Mal. Hmm, ternyata menyenangkan juga lewat jalan yang biasa dilewati tapi dengan kecepatan yang jauh lebih lambat. Banyak detail yang bisa diamati yang biasanya dilewati begitu saja. Dan cuaca sore Jakarta ternyata tidak seburuk yang dikira.

Akhirnya sampai juga, dengan sedikit keringat akibat jarang olah raga. Ke gramedia. Beli ini itu, lalu pulang.

Pulangnya saya gak jalan kaki, karena keburu malem. 

'Ih iseng banget si, jalan kaki ke Cinere Mal' 'ih kan jauuh' Komentar keluarga saya begitu saya cerita. hehe, mungkin emang iseng dan agak jauh, cuma seru juga melakukan hal yang biasanya ga dilakukan. :)




27.8.10

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan 
yang menjadikannya tiada




Oh.. betapa suka nya saya dengan puisi ini, sejak saya pertama kali baca dari buku cetak bahasa Indonesia saat SMA. Satu-satunya puisi yang saya hafal. :)

23.8.10

The Happiness Project

Udah lama ga beli buku. Kemarin akhirnya saya beli buku yang judulnya The Happiness Project. Isinya tentang pengalaman si penulis, Gretchen Rubin, dan resolusinya selama satu tahun untuk hidup lebih bahagia. Walaupun ditulis dengan sangat terstruktur dan didasari research tentang apa itu happiness, buku ini lumayan ringan dan enak dibaca. 
Sejujurnya saya belom selese baca si. Tapi so far so good. Pepatah don't judge a book by it's cover sama sekali ga berlaku buat saya pas saya beli buku ini, abis covernya lucu si. :D


dan gara-gara buku ini juga saya jadi pengen nulis di blog lagi. 

26.5.10

Ayam aja bisa hidup

Obrolan sambil makan siang bersama dua orang teman saya baru-baru ini. Panggil mereka si S dan si R.

S : Haduuuhhh... gw ga mau jadi pengangguran.
Saya : Yaelah.. lulus juga blom..
S : Iya tapi gw takut begitu lulus jadi pengangguran.

dan percakapan berlanjut (lagi-lagi) tentang apa yang mau dilakukan setelah lulus kuliah. Tentang rencana-rencana mendetail tentang apa-apa saja yang mau dilakukan. Maklum, pembicaraan anak tugas akhir.

R : kalo menurut gw hidup tuh ga usah terlalu direncanain sebegitunya, kayak ga percaya tuhan aja. Ya pasti tuhan udah punya rencana untuk kita, kayak kita lebih pinter aja. Kalo kata temen gw, ya wong ayam aja bisa hidup, ya pasti kita juga.

* iya juga ya, pikir saya waktu itu. Tuhan pasti udah punya jalan dan rezeki untuk setiap orang. Bukan berarti kita ga usaha. Tapi ya jangan juga berencana seakan-akan kita tau segala-galanya. Kan sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Dan sesuatu yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah.

29.4.10

Iga bakar si Jangkung

Kisah ini terjadi saat saya duduk menunggu di iga bakar si jangkung daerah cipaganti. Di depan saya, ada dua orang yang saya yakin adalah sepasang kekasih (ya karena mereka mesra) yang menunggu pesanan mereka. kemudian mas-mas pelayan pun datang membawa sepiring iga bakar sapi pesanan si sepasang kekasih di depan saya (saya tau karena si mas-mas bilang itu iga bakar sapi. Tenang, saya bukan peramal) si pria dengan sigapnya langsung menyantap makanan itu. 

Pacar si pria (si wanita) : yang.. (dengan tampang memelas)
si pria : hmmm.. (menanggapi seadanya)
si wanita : itu kan punya aku, Kamu kan pesennya iga bakar kambing.
si pria : oh iya ya, maap ya sayang, aku kira punya aku, abisnya aku laper. (sambil menggeser piring ke depan si wanita)

dalam hati saya yakin si pria pasti malu setengah mati, tapi keyakinan saya langsung luntur bergitu saya mendengar percakapan selanjutnya.

si pria : tapi aku boleh minta satu suap lagi ga? aku laper banget ni (sambil menyuap dari piring si wanita)


saya bener-bener pengen ketawa saat itu, cuma ga bisa, ya karena jarak saya dan mereka mungkin cuma 60 cm, berhubung kita berbagi meja. 


moral : ga ada si moral nya. saya iseng aja pengen cerita

28.4.10

Dua ikan paling baik sedunia

Menurut saya ada dua ikan paling baik sedunia, yaitu ikan SALMON dan ikan DORY. Alasannya karena mereka adalah dua ikan yang dagingnya paling enak. Mereka bikin saya senyum setiap kali makan. Saya yakin banget kalau mereka itu emang baik hati. Karena bahkan di saat mereka mati, mereka masih bisa bikin orang lain senang.

Tuh kan, mereka bahkan lebih baik hati dari saya. Saya hidup aja belom tentu bikin orang merasa senang.

tampilan visualnya ga sebagus rasanya ya.. moral : Don't judge a book by it's cover

P.s. ikan salmon dan ikan dory, I love you :)

2.3.10

Cita.Cita.

Cita-cita. Kata ulang yang saya tidak pernah pikirkan dengan benar. Kalau pertanyaannya apa yang saya mau, saya bisa jawab dengan mudah. (walaupun mungkin berjam-jam ga selese-selese). Tapi kalau cita-cita, hmmm.. pertanyaan yang agak sulit tampaknya.

Waktu saya masuk SMA, saya pengen jadi desainer. Ga inget dari mana saya bisa punya keinginan itu. Curiganya si gara-gara kebanyakan nonton discovery travel and living. Tapi sebenernya saya juga pengen jadi tour guide, jadi translator, jadi penulis, jadi penulis skenario, dan jadi interpreter.

Kebodohan berikutnya adalah saya ga pernah bener-bener mikir kalau kuliah itu menentukan karier yang akan ditempuh seseorang. Jadi saya kuliah desain, tapi saya tetep berharap bisa jadi tour guide, jadi translator, jadi penulis, jadi penulis skenario, atau jadi interpreter.

Kalau menurut ramalan garis tangan, saya nyaris ga punya garis karir. Hmm... jangan-jangan gara-gara saya bahkan ga tau mau jadi apa.

Tapi berhubung instruktur yoga mama saya lulusan kedokteran gigi, pemilik sekaligus direktur sekolah adek spupu saya lulusan teknik sipil, temen kakak saya yang pramugari lulusan desain interior, dan guru agama SMA saya lulusan ekonomi, saya rasa saya (dan semua orang yang tidak serius dalam memilih jurusan di kuliahnya) akan baik-baik saja. Hehehehe..

27.2.10

Menu baru : Bakso Tahu

Kemarin saya pergi ke arisan keluarga. Kebetulan arisannya di rumah saudara saya yang punya catering, dan tentu saja makanannya enak sekali. Kakak saya super bersemangat saat jam makan siang tiba.

"Kata uwa ada menu baru... Bakso tahu katanya" kata kakak saya dengan nada 'menyampaikan berita besar'.

saya sebenernya agak bingung kenapa dia semenggebu-gebu itu

"mbak Ajeng tau ga kalo bakso tahu itu siomay?"

"Oh.. bakso tahu tuh siomay? kalo siomay tadi aku liat." kali ini nadanya berubah jadi datar.

Hahahaha.. Ternyata dia ga tau kalo bakso tahu = siomay. Dia kira itu menu baru yang ga ada di mana-mana. Saya dulu juga ga tau si kalo bakso tahu =siomay, tapi paling ngga saya ga mikir kalo itu menu paling spektakuler abad ini. hehehe.