24.10.17

Naik Excavator di Builder’s Zone Amazone, AEON BSD

main-excavator-angkat-kayu
Sejak kemunculan Kids@work di Gandaria City tiba-tiba saja mainan kendaraan konstruksi jadi mudah ditemukan. Salah satunya di AEON BSD. Builder’s Zone namanya.

Sebenarnya Ru (3 tahun) sudah beberapa kali main di sini, tapi baru sekarang saya pengen nulis tentang playground ini.

Biaya dan Sistem Bermain
Builder’s Zone merupakan bagian dari playground Amazone. Namun di AEON lokasinya terpisah. Untuk main di sini menggunakan kartu Amazone. Satu kali bermain biayanya 20 ribu. Caranya tinggal digesek di sisi kendaraan mainan, sama seperti mainan lainnya di Amazone.

20.10.17

Restoran Kluwih Sunda Authentic, Bogor

kluwih-bogor-restoran
Kalau kebanyakan orang ke restoran karena ingin makanannya, saya dan Bi ke Kluwih karena ingin lihat desainnya. Sebab restoran ini adalah salah satu finalis Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) Award 2017. Sebenarnya pemenangnya, Lemongrass, juga berlokasi di Bogor, namun jaraknya lebih jauh dari hotel tempat kami menginap, Ibis-style Bogor.

Kami sengaja datang ke sini untuk makan malam supaya lampu-lampunya menyala. Asumsinya rumah makan sunda ini lebih bagus di waktu malam.

13.10.17

Proyek Rapi-rapi Mainan

lemari-mainan-trofast-ikea
Percaya ga kalau pengaturan rumah dan interior berpengaruh dengan cara hidup penghuninya? Saya percaya. Ini juga yang bikin saya suka banget sama desain interior apalagi rumah.

Beberapa bulan lalu, (iya udah lama memang, tapi belum diceritain aja di sini) saya memutuskan untuk beresin mainannya Ru (3 tahun). Semua mainan Ru disimpan di ruang keluarga dalam dua keranjang dan dua lemari mainan yang semuanya saya beli di IKEA. Sebelumnya mainan-mainan ini dikelompokkan berdasarkan ukuran. Tapi Ru selalu kesulitan mencari mainan yang dia mau. Setiap mau main Ru menumpahkan semua mainan ke lantai. Hasilnya ruang keluarga saya selalu ekstra berantakan sampai jalan saja susah.

9.10.17

Review Training Pants: Peninsula, Cuddle Me, dan Klodiz

review-training-pants-lokal
Ru (3.5 tahun) sampai sekarang belum juga lulus potty train. Untung menurut pakarnya potty train terlalu dini malah lebih berbahaya dari pada telat. Jadi saya ga stres-stres amat. Walaupun begitu, bukan berarti saya tanpa usaha. Peralatan tempur untuk potty train sudah komplit dari Ru umur dua, mulai dari dudukan untuk di kloset, pispot, sampai training pant.

Training pant ini sebenarnya mirip cloth diaper, bedanya daya serapnya sengaja dibuat tidak begitu tinggi. Tujuannya supaya anak merasa basah dan lembab kalau pipis di celana tapi tidak membuat air seninya langsung banjir kemana-mana.

Saya ga banyak baca review saat beli training pant, cuma sempat bertanya pada teman saya saja. Ada tiga merek training pant yang saya beli online: Peninsula Baby, Cuddle Me, dan Klodiz, berikut review-nya:

7.10.17

Ternyata Ru Belum Besar

tingkah-anak-3-tahun
Belakangan ini saya merasa Ru (3 tahun 5 bulan) sudah jadi anak besar. Badannya semakin tinggi dan kemampuannya pun banyak bertambah. Ditambah dia selalu ingin ikut di setiap pembicaraan saya dan Bi, suami saya.

Tapi eh tapi kadang Ru melakukan beberapa hal yang menyadarkan saya kalau Ru tidak 'sebesar' kelihatannya.

Nama Hari
Bi : Ru, minggu depan papa mau pergi lama ya. Perginya jauuh sekali naik pesawat. Ru sama mama ya, dari hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, sampai Minggu lagi.

Ru: (diam sejenak) itu nama-nama hari... (pakai nada)

Yaaah ga ngerti deh kayaknya anaknya.