12.1.18

Yuk Main : Menggambar dengan Kapur

gambar-anak

Beberapa hari belakangan Ru (3 tahun 9 bulan) lagi senang gambar-gambar pakai kapur. Gambarnya di lantai teras belakang. Senang deh lihatnya. Soalnya baru-baru aja Ru tertarik gambar. Dulu setiap diajak gambar cuma tahan beberapa detik.

Yang paling saya suka, Ru gambar orang yang katanya itu mama.

Saya: Papa Bi, liat deh Ru gambar mama. Bagus ya, mirip!

Bi : Iya mirip.

Ru : Ga mirip! Sama!

Kirain anaknya rendah diri, ternyata percaya diri berlebih. Hehe.

7.1.18

Kepincut ASUS VivoBook Flip

Bisa dibilang saya orangnya setia sama barang elektronik. Contohnya sejak dulu, semua handphone saya ga ada yang pernah dijual lagi. Semua dipakai sampai rusak atau udah sangat ketinggalan teknologinya. Begitu juga sama laptop. Laptop punya saya, yang saya kasih nama Bingu, sudah 12 tahun umurnya. Tua ya. Baterainya sudah bocor dan bobotnya juga berat, laptop kuno sih. Kayaknya memang sudah saatnya Bingu pensiun dan digantikan laptop baru.

Ga sengaja saya baca tentang laptop ASUS yang baru, tipenya ASUS VivoBook Flip TP410, di blognya Diana Rikasari. Langsung bikin saya pengen punya. Kayaknya pas aja sama yang lagi saya perlukan.

Saya mau laptop ASUS ini karena bisa berubah jadi tablet. Penting banget ini, karena sejak jadi ibu rumah tangga saya perlu laptop yang bisa untuk kerja freelance tapi bisa juga dipakai untuk hiburan dan hobi yang produktif.

ASUS VivoBook Flip ini bisa dipakai dengan empat bentuk berbeda, seperti laptop biasa, sebagai tablet, dan dua posisi berdiri. Yang saya suka, walaupun bisa jadi tablet, keyboard-nya tidak bisa dilepas, jadi ga mungkin keselip.

5.1.18

Tahun Baru 2018 dan Memori 2017

Selamat tahun baru semuanya!
Pergantian tahun baru kemarin kami rayakan dengan tidur di rumah. Sebenarnya dari sore sampai jam 10 malam saya, Ru, dan Haha berkumpul dengan keluarga besar saya di Apartemen FX, Sudirman. Sengaja pulang sebelum pergantian tahun karena Ru dan Haha sudah tidur.

Sebagai ganti perayaan tahun baru, kami foto keluarga di hari pertama 2018. Ini foto keluarga berempat pertama yang lumayan bener (sebelumnya cuma pernah wefie). Selamat tinggal peluk tiga-tigaan, selamat datang peluk empat-empatan.

Memori di 2017
Yang paling berkesan di tahun 2017 tentu saja bertambahnya anggota keluarga kami. Saat tahun baru 2017 saya belum hamil, juga tidak membayangkan akan segera menambah anak. Kejutan yang menyenangkan.

24.12.17

Mengenal Marmer, Oleh-oleh dari Pemeran Marmomacc Verona, Italia

marmer-italia

September lalu Bi suami saya pergi ke Verona, Italia untuk datang ke pameran Marmomacc. Eksebisi ini merupakan acara untuk memperkenalkan marmer Itali ke seluruh dunia. Para vendor-vendor marmer membiayai para praktisi di bidang interior dan arsitektur untuk datang. Alhamdulillah Bi termasuk salah satu desainer interior yang diundang.

Pengennya sih saya ikut juga. Tapi ga mungkin karena acaranya padat untuk peserta. Lagi pula saya juga sedang hamil besar. Tapi sebelum berangkat saya sudah pesan ke Bi kalau saya minta diceritakan ilmu dan pengalaman yang Bi dapat di sana. Saya kan juga mau pinter. Plus mau sekalian ditulis di blog dalam rangka bagi-bagi ilmu. Bukan ilmu untuk yang sudah ahli, tapi yang ringan-ringan saja untuk orang awam.

Beda Marmer Lokal dan Marmer Itali
Marmer adalah batuan alami yang diambil dari gunung. Meskipun Indonesia memiliki beberapa gunung marmer namun jumlahnya tidak sebanyak di Italia.

Selain itu setiap gunung memiliki marmer dengan warna dan motif yang berbeda-beda. Marmer warna putih misalnya, hanya ada di gunung-gunung di Italia. Jadi kalau ingin yang warna putih mau tidak mau harus impor.

22.12.17

Cerita Melahirkan: Operasi Caesar Kedua

“Bu, lahir sekarang ya,” kata dokter kandungan saya dengan tenang. Jujur saya dan Bi kaget. Harusnya hari ini hanya kontrol rutin 37 minggu kehamilan.

Mestinya sih kami tidak kaget-kaget amat. Sebulan terakhir bu dokter memang bilang ada kemungkinan harus segera dilahirkan kalau ketuban saya di bawah batas normal. Sebab cairan ketuban saya terbilang sedikit. Tapi kami yakin dan percaya itu tidak akan terjadi. Kan saya sudah minum 3 liter air tiap hari, minum air kelapa, dan Pocari Sweat seperti saran dokter. Saya juga sudah afirmasi positif bisa lahiran normal. Kenyataannya ga semua semua yang dipercaya jadi kenyataan.

(FYI saat itu indeks cairan ketuban (Amniotic Fluid Index) saya 8 padahal menurut dokter kandungan saya minimal 10. Seminggu sebelumnya masih 12.  Idealnya 15, kata bu dokter)