3.4.18

Ecopark Ancol

ecopark-ancol
“Seru lo jalan pagi di Ecopark, gratis lagi. Cuma bayar masuk Ancolnya,” kata Adik saya. Saat itu kami sedang menginap di Ancol dalam rangka staycation. Besok paginya saya dan keluarga langsung ke Ecopark. Mumpung sudah di Ancol. Entah mengapa kami agak kesulitan menemukan Ecopark dan berakhir masuk lewat pintu samping. Pantesan pintunya kecil. Oiya, nama benarnya Allianz Ecopark.

Sesuai namanya, Ecopark adalah sebuah taman besar yang bisa dimanfaatkan untuk wisata maupun olah raga. Gratis biaya masuk kalau sekedar ingin lari pagi keliling taman. Bagi yang ingin berwisata, ada banyak pilihan kegiatan, seperti naik sepeda, naik sepeda air, memberi makan ikan, atau masuk ke area berbayar seperti Learning Farm dan Fauna Land.

22.3.18

Daily Log di Instagram

Walaupun udah sepuluh tahun saya punya blog ini tapi sampai sekarang saya belum pernah berhasil posting secara konsisten. Kadang sebulan langsung banyak, kadang berapa bulan ga nulis apa-apa. Mungkin karena blog itu nulisnya perlu usaha lebih. Kalau dulu sebelum sosial media booming, absen nulis karena ga sempat nyalain komputer, kalau sekarang untuk cerita harian merasa lebih cocok cerita di sosial media. Lebih praktis dan interaktif. Sesuka-sukanya saya blogging, sampai sekarang masih belum jadi prioritas pertama.

Dua minggu terakhir saya lagi rajin cerita di feed Instagram. Tiap hari satu foto dan caption yang lumayan panjang. Bangga sih karena udah lebih dari lima belas hari saya ga pernah bolong posting. Terbukti kalau usahanya ga besar saya cukup bisa konsisten.

Jadi nampaknya saya bakalan lebih sering cerita di Instagram. Kalau ada cerita yang panjang dan lebih ada manfaatnya baru nanti saya tulis di blog.

Sekian update singkat hari ini. Semoga semua sehat selalu, terima kasih sudah membaca!

9.2.18

Trial Gym Anak di My Gym, BSD

gym-anak-my-gym-bsd
“Ini anak kenapa energinya ga habis-habis ya?” Sering banget saya dan Bi saling tanya ketika kita berdua udah teler sementara Ru masih aja loncat-loncat ga karuan.

Makanya kita berdua pengen Ru les olah raga, entah gym atau bela diri. Biar gerakannya lebih terarah. Tapi ya belum-belum aja. Kebetulan adik saya suatu hari kasih Ru voucher trial gym di My Gym AEON BSD. Vouchernya dapet dari Hello Kitty Run. Mari kita coba!

Trial
Untuk pakai vouchernya harus bikin janji via telepon dulu. Soalnya di My Gym ada beberapa kelas tergantung umur. Saya daftar untuk kelas Terrific Tots untuk umur 3-5 tahun pada hari sabtu. Selain kelas ini ada juga kelas Tiny Tikes (7-13 bulan), Waddler (14-22 bulan), Gymster (23 bulan-3 tahun), dan Whiz (5-8 tahun)

5.2.18

Hamster, Peliharaan Pertama Ru

Sudah sejak lama Ru (3 tahun 7 bulan) ngidam punya binatang peliharaan. Ga kaya ibunya dia suka banget sama bintang. Semua binatang, apa aja suka. Makanya dia minta binatang peliharaannya juga macem-macem. Mulai dari anak buaya, ular, kucing, sampai hamster. “Bukan kobra kok mama,” bujuk Ru biar boleh pelihara ular. Yang tentunya tetep ga dibolehin. Akhirnya Bi setuju untuk beliin Ru hamster, dengan syarat Ru lulus potty train.

“Lama sekali mama Ru boleh beli hamsternya,” kata Ru suatu kali. Memang sudah berbulan-bulan Ru belum juga dibelikan hamster. Soalnya anaknya masih aja sering ngompol. Sampe akhirnya sekitar sebulan lalu Ru udah hampir ga pernah ngompol lagi, hanya sesekali saat tidur.

20.1.18

Review Breast Pump Silikon MOOIMOM

Bagi buibu yang instagramnya ibu-ibu banget pasti ga asing dengan pompa ASI ini. Iklannya banyak berseliweran di Instagram. Kebetulan saya memang lagi pikir-pikir untuk beli breast pump karena dua pompa ASI yang saya punya rusak. Harusnya keduanya bisa dibenerin tapi ya kok saya males. Akhirnya saya putuskan beli saja karena review Mooimom breast pump ini cukup baik dan harganya murah.

Pesan dan Unboxing
Saya kemudian memesan breast pump ini di website resminya. Sampainya cepat sekali. pesan hari jumat, besoknya sampai. Belinya yang versi lama karena harganya beda hampir seratus ribu tapi perbedaan bentuknya kurang signifikan.

Breast pump ini dikemas di dalam kotak karton tipis dan dibungkus plastik. dilengkapi juga dengan tutup plastik. Tidak ada buku manual karena Semua petunjuk tertulis di bagian luar kotak.

Cara Kerja
Awalnya saya kira pompa ini lebih seperti penampung ASI bukan pompa beneran, tapi katanya bukan. Infonya bisa dipakai untuk tiga hal: menjadi pompa ASI, dipakai berdampingan dengan pompa elektrik, dan untuk menampung ASI saat menyusui.

Tetep dong ragu. Masa iya dengan bentuk sederhana gitu bisa berfungsi seperti pompa lain yang spare part-nya banyak. Jadi saya pikir pastilah cara kerjanya seperti bulb breast pump. Untuk mengeluarkan ASI harus dipencet terus menerus. Ternyata saya salah lagi. Caranya hanya pasang di payudara, tekan bagian bawahnya, pompa otomatis akan menempel dan ASI akan keluar dengan sendirinya. Kalau sudah berhenti menetes tinggal tekan lagi. Tapi berhentinya lama, jadi tidak perlu ditekan berkali-kali. Enak banget ga pegal.